Polri: Keterlibatn 2 Jenderal pada Peristiwa Djoko Terkait KEPP

Polri: Keterlibatn 2 Jenderal pada Peristiwa Djoko Terkait KEPP

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Carik NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo, saat ini, masih dikenakan pelanggaran Kode Ideal Profesi Polri (KEPP). Polri, belum bisa memastikan kapan sidang tersebut akan digelar.

Div Propam masih dalam metode pemeriksaan berkaitan dengan kedua jenderal polisi itu.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan mantan Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo, saat ini, masih dikenakan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP). Polri, belum bisa memastikan kapan sidang tersebut bakal digelar.  

“Mereka berdua masih dikenakan pelanggaran KEPP. Belum di sidang. Nanti kalau konvensi akan di update ya, ” kata Kepala Biro Penerangan Bangsa (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono saat dihubungi Republika , Ahad (2/8).

Sebelumnya diketahui, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan, proses penjagaan terhadap mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan eks Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Nugroho Slamet Wibowo, masih terus dilakukan oleh Divisi Propam Polri. Keduanya diduga melanggar kode etos karena membantu buronan Djoko Tjandra.

“Berkaitan dengan pelanggaran kode etik dengan dilakukan oleh Kadiv Hubinter serta Sekretaris NCB masih dalam jalan. Artinya, Div Propam masih di dalam proses pemeriksaan berkaitan dengan situasi tersebut, ” kata Kepala Bagian Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Selasa (21/7).

Dia mengatakan, semua tetap mengacu pada azas praduga tidak bersalah berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan mereka dalam kasus tersebut. “Kami masih berproses, tunggu sekadar ya, ” ujarnya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mencopot Irjen Penuh Napoleon Bonaparte dari jabatan Kadiv Hubinter Polri dan Brigjen Penuh Nugroho Slamet Wibowo dari lembaga Sekretaris NCB Interpol Indonesia di Jumat (17/7). “Iya, benar (dicopot), ” kata Jenderal Idham saat dihubungi di Jakarta, Jumat suangi.

Pemberhentian jabatan keduanya tertuang dalam Tulisan Telegram Kapolri Nomor: ST/2076/VII/KEP. /2020 tertanggal 17 Juli 2020. Di dalam surat telegram itu, disebutkan Irjen Napoleon dimutasikan ke Analis Kecendekiaan Utama Itwasum Polri. Sementara Brigjen Nugroho digeser ke Analis Kebijaksanaan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.