Emil: Januari 2021 Warga Jabar Peroleh Vaksin Covid-19

Emil: Januari 2021 Warga Jabar Peroleh Vaksin Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG–Gubernur Jabar, Ridwan Lengkap, mengajak semua masyarakat untuk menjadi relawan vaksin Covid-19. Karena, tenggat saat ini masih dibutuhkan penuh relawan. Saat ini, yang telah mendaftar menjadi relawan vaksin sekitar 500 orang. “Jadi, kami masih butuh 1. 100 orang sedang. Kami mengimbau kepada yang usianya cukup. Yakni, minimal 20 datang 59 tahun untuk mendaftar, ” ujar Ridwan Kamil…

Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta uji klinis.

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG–Gubernur Menggambarkan, Ridwan Kamil, mengajak semua umum untuk menjadi relawan vaksin Covid-19. Karena, hingga saat ini masih dibutuhkan banyak relawan. Saat itu, yang sudah mendaftar menjadi relawan vaksin sekitar 500 orang. “Jadi, kami masih butuh 1. 100 orang lagi. Kami mengimbau kepada yang usianya cukup. Yakni, minimal 20 sampai 59 tahun buat mendaftar, ” ujar Ridwan Sempurna yang akrab disapa Emil pada wartawan saat Konferensi Pers, Senin (3/8).

Menurut Emil, uji klinis vaksin ini memang masih lama perjalanannya. Karena, vaksin ini bakal berlangsung sampai akhir tahun. “Kalau lancar, awal Januari 2021 bakal melakukan pemberian vaksin ke seluruh rakyat Jabar, ” katanya.

Emil mengatakan, sebagai pimpinan sedang merumuskan kalau tidak ada halangan, maka dirinya dan seluruh unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) pun akan menjadi relawan untuk pengetesan vaksin.   “Kalau pimpinannya ikut, maka masyarakatnya biar insya allah akan meyakini jalan vaksin berjalan lancar, “katanya.

Menurutnya, sambil menunggu enam bulan lagi tiba, maka dia berharap masyarakat bisa terus peraturan memakai masker.   Hal itu, merupakan satu-satunya cara untuk menekan penyebaran. “Kita doakan proses vaksin ini lancar, ” katanya.  

Sebelumnya, Komite Etik Penelitian Universitas memberikan persetujuan terpaut pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3. Tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad berangkat membuka pendaftaran peserta terhitung berangkat Senin (27/7). “Benar, (Komite Etik) sudah (menyetujui), ” ujar Kepala tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dalam siaran pers Humas Unpad, Selasa (28/7).

Prof Kusnandi mengatakan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta uji klinis. Pertama, bahan peserta merupakan orang dewasa berusia antara 18 – 59 tahun yang dinyatakan sehat, serta senantiasa mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan pembatasan fisik maupun sosial selama wabah pandemi Covid-19 berlangsung. Bahan peserta juga dinyatakan tidak mempunyai riwayat terinfeksi Corona. “Calon peserta akan dilakukan tes terhadap apus tenggorokan (swab test) dan rapid test untuk mengetahui apakah ada kemungkinan sedang atau pernah terinfeksi Covid-19, ” katanya.

Peserta akan mendapatkan tes swab maupun tes rapid secara cuma-cuma. Nantinya, sehat tidaknya kondisi bahan peserta dibuktikan dengan tidak menjalani penyakit ringan, sedang, atau berat, tidak memiliki riwayat penyakit sesak napas dan alergi terhadap vaksin, hingga tidak memiliki kelainan atau keburukan kronis seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan berkorban, tumor, epilepsi atau penyakit gangguan syaraf lainnya.

Bahan peserta tidak memiliki kelainan darah atau riwayat pembekuan darah, tidak memiliki penyakit infeksi lain & demam, serta tidak memiliki tambo penyakit gangguan sistem imun. Suhu tubuh calon pendaftar juga tak boleh melebihi 37, 5 taraf Celcius.

Selanjutnya, calon peserta bukan merupakan wanita berisi atau berencana hamil selama kurun penelitian, serta tidak sedang menyusui. Calon peserta juga tidak medium ikut atau akan diikutsertakan pada uji klinis lain. Calon peserta berdomisili di Kota Bandung serta tidak berencana pindah dari letak penelitian sebelum penelitian selesai dilaksanakan. “Peserta tidak mendapat imunisasi barang apa pun dalam waktu 1 kamar ke belakang atau akan menyambut vaksin lain dalam 1 kamar ke depan, ” kata Prof Kusnandi.

Dalam 14 hari sebelum dimulainya penelitian, peserta tidak memiliki riwayat kontak secara pasien terinfeksi Coronavirus, tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien dengan menunjukkan demam atau gejala lara saluran pernapasan yang berdomisili dalam daerah atau komunitas yang terdampak Covid-19, serta tidak memiliki besar atau lebih kasus demam dan/atau gejala saluran pernapasan di wilayah dengan lingkup kecil, seperti panti, kantor, dan sekolah.

Sebanyak 1. 620 relawan dibutuhkan dalam proses uji klinis vakisin. Namun, tidak semua peserta bakal disuntikkan vaksin. Sebanyak 540 karakter akan disuntikkan vaksin, sedangkan sisanya akan mendapat cairan plasebo. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo hendak dilakukan secara acak. “Bagi dengan menerima plasebo akan mendapatkan vaksin Covid-19 setelah vaksin didaftarkan, ” kata Prof Kusnandi.

Kesehatan peserta dipastikan tetap dipantau petugas penelitian secara tertatur semasa jalannya penelitian, atau sekitar enam bulan setelah pemberian vaksin belakang. Ia memastikan, seluruh peserta dilindungi asuransi kesehatan.

Pendaftaran peserta uji klinis dibuka mematok 31 Agustus 2020. Pendaftaran mampu dilakukan dengan menghubungi Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Bani Lantai 1 RSUP Hasan Sadikin Bandung di telepon 022 – 2034471 atau whatsapp 08112214235.