Penjambret Istri Polisi Ditangkap

Penjambret Istri Polisi Ditangkap

REPUBLIKA. CO. ID, MATARAM — Tim Puma Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menangkap satu orang terduga karakter penjambret telepon genggam (HP) milik istri anggota polisi. Pelaku diketahui berinisial S.

Pelaku mengaku menjalankan aksinya seorang diri.

REPUBLIKA. CO. ID, MATARAM — Tim Puma Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menangkap satu orang terduga pelaku penjambret telepon genggam (HP) milik istri anggota polisi. Karakter diketahui berinisial S.

“Pelaku berinisial S (29), berhasil ditangkap di rumahnya dalam Desa Banyu Urip, Lombok Barat, pada Senin siang (10/8), ” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal, Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Shiddiq, melalui keterangan tertulis dengan diterima di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan penangkapan salah satu pelaku tindakan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut berdasarkan pengembangan peristiwa penjambretan yang pada Juni 2020 di Pasar Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Sebelumnya, Tim Puma Polres Lombok Barat telah mengamankan salah seorang warga berinisial D, yang mengambil telepon genggam milik istri bagian polisi yang menjadi korban penjambretan. “Setelah mendapatkan informasi, tim awak segera menuju rumah terduga pelaku (S), dan melakukan penangkapan minus adanya perlawanan, ” ujar Dhafid.

Dalam proses interpretasi tersebut, Tim Puma Polres Lombok Barat juga mengamankan beberapa bahan bukti, berupa satu unit HP, satu kotak HP merek Xiaomi Redmi Note 8, beserta satu unit sepeda motor.

Dhafid mengatakan terduga pelaku yang sudah dimintai keterangan mengakui sudah melakukan perbuatan jambret seorang muncul menggunakan kendaraan bermotor miliknya. HP hasil tindakan kriminal tersebut, dijual kepada salah seorang laki-laki berinisial D, seharga Rp1, 7 juta.

Atas perbuatannya, terduga pelaku penjambretan tersebut yang zaman ini berada di ruang tangsi Mapolres Lombok Barat, dikenakan Pasal 365 Ayat (1) KUHP secara ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

sumber: Antara