Rekomendasi Belajar Tatap Muka di Bekasi Dicabut

Rekomendasi Belajar Tatap Muka di Bekasi Dicabut

REPUBLIKA. CO. ID, CIKARANG — Rekomendasi kegiatan melancarkan mengajar secara tatap muka pada Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dicabut. Potensi penyebaran Covid-19 di daerah tersebut yang semakin tinggi siap alasannya.

Kabupaten Bekasi kembali masuk zona abang.

REPUBLIKA. CO. ID, CIKARANG — Rekomendasi kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dicabut. Potensi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut yang semakin tinggi jadi alasannya.

“Belum direkomendasi lagi karena kita kembali masuk zona merah. Potensi paparan masih tinggi, ” kata Juru Bicara Gugus Perintah Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Jumat (11/9).

Alamsyah menyebut sebelumnya empat sekolah sudah mendapat rekomendasi menggelar kegiatan belajar tatap muka setelah pengajuannya diterima provinsi. “Padahal administrasi kesiapan dinas pendidikan & sekolah dalam sarana maupun unit, termasuk SOP protokol kesehatan, telah dilakukan pengecekan, ” katanya.

Dia menegaskan karena kondisi saat ini tidak mendukung alhasil pembelajaran tatap muka diputuskan buat ditunda. “Sebenarnya ada tujuh kecamatan yang kasusnya nihil namun secara kondisi sekarang rekomendasi belum mampu diberikan, ” ucapnya.

Sebelumnya rekomendasi pembelajaran tatap muka sempat digulirkan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja. Pemerintah Kabupaten Bekasi kala itu siap memberikan rekomendasi kepada sekolah yang telah menerapkan protokol kesehatan.

“Namun rekomendasi yang dimaksud urung dikasih seiring kembali maraknya kasus nyata di Kabupaten Bekasi, ” ungkapnya.

Berdasarkan data Sentral Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, penambahan kasus pada sepekan terakhir sebenarnya sudah tiba terkendali. Kondisi ini berbeda secara dua pekan lalu di mana terdapat peningkatan signifikan setelah ditemukannya klaster industri di beberapa kilang.

Hingga Jumat (11/9) pukul 11. 00 WIB ada penambahan 19 kasus baru hingga total menjadi 1. 394 kasus sedangkan jumlah pasien sembuh kini mencapai 1. 214 orang ataupun bertambah 58 orang.

Sementara kasus positif mencapai 180 kasus, 49 orang dirawat pada rumah sakit, 85 orang melayani isolasi mandiri, dan 46 karakter dinyatakan meninggal akibat Covid-19 selama pandemi berlangsung. Peningkatan kasus itu yang membuat Kabupaten Bekasi kembali ke zona merah.

sumber: Antara