Imigrasi Deportasi Warga China Berjualan Ilegal di Ruko

Imigrasi Deportasi Warga China Berjualan Ilegal di Ruko

REPUBLIKA. CO. ID, MAKASSAR — Warga negara Republik Rakyat China (RRC), Yu Ke (23 tahun) menunggu proses penyatuan dari Kementerian Hukum dan Benar Asasi Manusia (Kemenkumham) sebelum di pulangkan ke negaranya atau dideportasi usai menjalani masa pidananya terkait dengan izin tinggal.

Yu Ke hanya memiliki visa pelancong, namun berjualan barang impor pada Makassar.

REPUBLIKA. CO. ID, MAKASSAR — Warga negara Republik Rakyat China (RRC), Yu Ke (23 tahun) menunggu proses pemberkasan daripada Kementerian Hukum dan Hak Pokok Manusia (Kemenkumham) sebelum di pulangkan ke negaranya atau dideportasi usai menjalani masa pidananya terkait secara izin tinggal.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulsel, Dodi Karnida, mengatakan, Yu Ke untuk sementara menjadi deteni pada Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar untuk menunggu proses pemberkasannya sebelum dideportasi.

“Salah seorang detensi asal China itu mutakhir saja masuk rudenim dan menunggui proses pemberkasan untuk dideportasi sebab masa hukumannya sudah dijalani, ” ujarnya di Kota Makassar, Senin (21/9).

Dia mengucapkan, tindak pidana yang dilakukan sebab Yu Ke di Indonesia yakni melanggar Pasal 122 Undang Menjemput Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan kepadanya dijatuhi kejahatan penjara selama empat bulan dan denda sebesar Rp 100 juta subsider satu bulan.

Yu Ke yang berada pada Indonesia khususnya di Makassar telah menetap dan menyewa rumah gardu (ruko) untuk menjalankan usahanya secara semua barang impor langsung dari negaranya. Yu Ke sebelum ditangkap oleh petugas imigrasi, hanya memiliki visa pelancong, apalagi dengan bermukim dan membuat usaha.

Berdasarkan dokumen yang dikeluarkan sebab Lapas Perempuan Sungguminasa, Yu Ke ditahan sejak 11 Februari 2020, dan pernah juga menjadi tahanan kota.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPA Makassar, Agus Winarto mengatakan, untuk kejadian perjalanan Yu Ke dan berapa kali keluar masuk Indonesia-Cina, pihaknya tidak dapat memastikan karena paspor masih dalam penahanan kejaksaan.

“Kami tidak tahu teks dia datang ke Indonesia & sudah berapa kali datang karena data-data mengenai itu semuanya ada dalam riwayat perjalanan di paspornya. Sementara paspor saat ini sedang dalam penahanan kejaksaan, ” ucap Agus.