UMKM Didorong Gunakan Kredit Pembiayaan Minus Rentenir

UMKM Didorong Gunakan Kredit Pembiayaan Minus Rentenir

REPUBLIKA. CO. ID,  JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut peran UMKM ialah pilar ekonomi Indonesia. Saat itu OJK berupaya melakukan edukasi bagi UMKM melalui skema kredit ataupun pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) yakni kredit/pembiayaan yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal.

OJK  mencari jalan melakukan edukasi bagi UMKM melalaikan skema kredit melawan rentenir.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut peran UMKM merupakan dasar ekonomi Indonesia. Saat ini OJK berupaya melakukan edukasi bagi UMKM melalui skema kredit atau pembiayaan melawan rentenir (K/PMR) yaitu kredit/pembiayaan yang diberikan oleh lembaga pertolongan keuangan formal.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Kristrianti Puji Rahayu mengatakan pembiayaan tersebut bertujuan mengurangi hasrat UMKM meminjam dari entitas kredit informal atau ilegal.

“Program K/PMR itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pengetahuan UMKM terkait produk dan layanan keuangan, khususnya produk kredit/pembiayaan, ” ujarnya saat konferensi pers virtual, Jumat (9/10).

Sementara bagi perbankan syariah, menurut Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih perusahaan memberi solusi para nasabahnya termasuk para pelaku UMKM. Menurutnya UMKM adalah pilar penting dalam perekonomian nasional.

“Hingga masa ini BCA Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 1, 3 triliun ke sektor UMKM, ” ucapnya.

Direktur KBB (Business Coach & Owner Mie Janda) Cucu Haris menambahkan pengusaha kecil dan membuang merupakan bagian industri yang menjelma besar apabila dikelola dengan bagus. Saat pandemi ini merupakan jalan bagi UMKM arena konsumen mengarah mengabaikan brand.  

“Mereka tidak perlu produk terkenal, yang penting produk yang mereka butuhkan tersedia. Ini kesempatan bagi UMKM agar market mencoba produk mereka. Pizza tak perlu brand terkenal,   bubuk cuci piring juga tidak perlu terkenal, yang penting ada serta memenuhi kebutuhan, ” ucapnya.

Kepala Divisi Bisnis Jamkrindo Syariah Ari Pertama Ghandi mengatakan pihaknya selaku institusi penjamin syariah dalam dua bulan terakhir telah menjamin sebanyak 22 ribu pengusaha UMKM. Adapun peluang penjaminan syariah di Indonesia betul besar, karena belum banyaknya penanggung syariah.  

“Saat ini Jamkrindo Syariah mendukung program pemerintah pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam menjalankan penjaminan modal kerja bekerja sama secara perbankan syariah. Potensi pasar keuangan syariah juga semakin baik zaman ini dengan semakin banyaknya pacar bank syariah yang membiayai KUR Syariah, ” ucapnya.