Van Dijk Klaim Belanda Tampil Indah di Markas Italia

Van Dijk Klaim Belanda Tampil Indah di Markas Italia

REPUBLIKA. CO. ID,  BERGAMO — Kapten Belanda, Virgil van Dijk tak terlampau kecewa biar timnya gagal meraih kemenangan pada matchday keempat UEFA Nations League. De Orange bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Italia pada Gewiss Stadium, Bergamo, Kamis (15/10) dini hari WIB.

Belanda menahan imbang tuan sendi 1-1.

REPUBLIKA. CO. ID,   BERGAMO — Kapten Belanda, Virgil van Dijk tak sungguh-sungguh kecewa meski timnya gagal mengambil kemenangan pada matchday keempat UEFA Nations League. De Orange berlaku imbang 1-1 dengan tuan sendi Italia di Gewiss Stadium, Bergamo, Kamis (15/10) dini hari WIB.

Kedua tim tergabung di Grup 1 Liga A. Tuan rumah unggul terlebih awal pada menit ke-16, melalui gerak-gerik Lorenzo Pellegrini. Setelah mendapat umpan matang Nicolo Barella, Pellegrini dapat menaklukkan Jasper Cillessen.

Keunggulan Gli Azzurri tak bertahan lama. Sembilan menit berselang De Orange menyamakan kedudukan lewat sontekan jarak dekat Donny van de Beek.

“Kami memainkan sepak bola yang bagus. Kami bekerja keras dan terorganisir dengan jalan, ” kata Van Dijk, dikutip dari laman UEFA.

Pertama kalinya Belanda kebobolan dalam empat laga bersambung. Kendati demikian, sang kapten pasti melihat masa depan cerah di timnya.

Dalam laga ini mereka mengindahkan formasi 3-5-2. Van Dijk sepakat dengan perubahan tersebut.

“Pelatih membuat keputusan yang benar. Kami harus melaksanakan hal-hal yang berbeda dibandingkan dengan apa yang kami lakukan di Amsterdam. Kami harus mendapatkan buatan, dan beginilah hasilnya, ” perkataan bek tengah Liverpool itu.

Selama besar musim UEFA Nations League, Belanda terus mencari kemenangan tandang. Sejauh ini, dalam lima partai pada luar rumah, De Orange mengalami dua kekalahan, dan tiga imbang.

Hasil di Bergamo membuat skuat Negeri Kincir Angin turun ke peringat ketiga klasemen sementara Grup satu Liga A. Itu karena pada tempat lain, Polandia menang tempat Bosnia Herzegovina.

Dengan mengantongi  lima pokok, Belanda tertinggal dua angka lantaran Polandia di singgasana. Masih ada dua pertandingan tersisa. Secara matematis, peluang De Orange berakhir pada puncak tabel klasifika, tetap terkuak lebar.