Berhaji Menggunakan Uang Haram, Apakah Sah Hajinya?

Berhaji Menggunakan Uang Haram, Apakah Sah Hajinya?

IHRAM. COMPANY. ID,  JAKARTA – Pada masa pandemi ini, umat Islam dri seluruh dunia tidak dapat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Namun, saat musim haji tiba; biasanya ada pertanyaan yg selalu muncul di kalangan penduduk.

IHRAM. CO. ID,   JAKARTA – Pada masa pandemi ini, umat Islam dari seluruh dunia tidak meraih melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Makkah. Namun, saat musim haji tiba; biasanya ada pertanyaan yang selalu muncul di kalangan masyarakat.

Yaitu, apakah sah haji seseorang yang kepergiannya ke tanah suci Makkah menggunakan duit haram?   Dalam bukunya yang berjudul “Hadis-Hadis Bermasalah”, KH Ali Mustafa Yaqub menjelaskan bahwa seperti lazimnya para ulama, mereka berbeda berpendapat dalam memberikan jawaban.

Para ulama dari disiplin ilmu fiqh (Hukum Islam) akan berpendapat bahwa selagi ibadah haji itu telah memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukun yang telah ditentukan dalam Hukum Islam, maka ia dinilai sah.

“Artinya yang bersangkutan sudah gugur dari beban kewajiban menjalankan ibadah haji. Masalah apakah ibadah hajinya diterima Allah SWT  / tidak, hal itu semata-mata urusan Allah, ” kata Kiai Mustafa Yaqub.

Sementara, lanjutnya, ulama lain yang cenderung kepada disiplin Ilmu Akhlaq dan Tasawuf akan berpendapat yakni menggunakan uang haram untuk beribadah haji itu tidak sah lalu ibadah hajinya tidak akan diterima Allah SWT. Mereka menyodorkan berbagai argumen dan dalil, di antaranya adalah Hadis berikut ini:

  وَإِذَا خَرَجَ ـ أي الحاج ـ بِالنَّفَقَةِ الْخَبِيثَةِ فَوَضَعَ رِجْلَهُ فِي الْغَرْزِ فَنَادَى: لَبَّيْكَ؛ نَادَاهُ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: لَا لَبَّيْكَ وَلَا سَعْدَيْكَ، زَادُكَ حَرَامٌ وَنَفَقَتُكَ حَرَامٌ، وَحَجُّكَ غَيْرُ مَبْرُورٍ 

“Orang yang beribadah haji dengari harta haram, maka saat ia mengatakan, ‘Aku penuhi panggilanMu, wahai Allah’, Allah menjawab kepadanya, ‘Tidak ada artinya ucapan ‘aku penuhi panggilan-Mu’ itu. Dan ibadah hajimu ditolak”

Hadis dengan redaksi seperti di atas tersebut diriwayatkan Imam Ibn Mardawaih dalam kitabnya Tsalatsah Majalis min al-Amal i, Imam al-Ashbihani di dalam kitabnya al-Targhib, dan Imam Ibn al-Jauzi dalam kitabnya Manhaj al-Qashidin . Sementara sanadnya ialah: al-Dujain bin Tsabit al-Yarbu’i, dri Aslam mantan sahaya Umar rubbish bin al-Khattab, dari Umar bin al-Khattab dari Nabi SAW.