LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi Mulai Juni 2022

LRT Jabodebek Ditargetkan Beroperasi Mulai Juni 2022

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta Light Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek akan mulai beroperasi untuk publik pada Juni 2022. Hal ini disampaikan Budi Karya usai mengikuti uji coba LRT pada Lintas Pelayanan 1 (Cawang kacau Cibubur), Ahad (15/11).

LRT belakang akan beroperasi dengan 31 bagian kereta.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan Watak Karya Sumadi mengatakan, kereta Light Rail Transit atau Lintas Rel Harmonis (LRT) Jabodebek akan mulai hidup untuk publik pada Juni 2022. Hal ini disampaikan Budi Karya usai mengikuti uji coba LRT di Lintas Pelayanan 1 (Cawang – Cibubur), Ahad (15/11).

“Rencananya Juni 2022 selesai. Harus selesai tapi langgeng kita laksanakan protokol kesehatan (saat pengerjaan), ” kata Budi di Stasiun LRT TMII, Jakarta Timur, usai uji coba. Menurut teman-teman KAI, lanjut dia, akan dioperasikan pada Juni 2022.

LRT nantinya bakal beroperasi di tiga lintas pelayanan. Lintas Penyajian 1 (Cawang – Cibubur), Lintas Pelayaran 2 (Cawang – Dukuh Atas), dan Lintas Pelayaran 3 (Cawang – Bekasi Timur). Trase dari tiga lintasan itu diketahui sudah tersambung pada Rabu (11/11) lalu.

Akhlak melanjutkan, LRT nanti akan jalan dengan 31 unit kereta. Per terdiri atas enam gerbong. Gerobak ringan buatan PT Industri Kereta Api (INKA) itu, nantinya akan melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

“Dalam satu hari LRT Jabodebek akan mengangkut 500 ribu orang. Kalau KRL kan 1, 1 juta per hari, ” cakap Budi.

Dia menjelaskan, LRT bisa mengangkut pengikut sebanyak itu, padahal hanya lantaran dua arah (Bogor dan Bekasi), karena cepatnya headway atau jeda kehadiran antar-kereta. Headway LRT, kata Budi, merupakan tiga menit.

“Secara teknis sebenarnya bisa head way 2 menit tapi kita pakai 3 menit. Ini adalah suatu kemajuan atau lompatan, ” kata dia.

Saat diuji coba, kereta LRT membutuhkan waktu 15 menit masa melintas dari Stasiun TMII, Jakarta Timur  menuju Stasiun Harjamukti, Praja Depok. Selama perjalanan, kereta berlaku mulus di lintasan. Ketika beradu di stasiun, penumpang tak merasakan guncangan sebagaimana yang dirasakan kala menaiki kereta rel listrik (KRL).