Pengacara Sebut Kerumanan Massa HRS Sebagai Force Majeure

Pengacara Sebut Kerumanan Massa HRS Sebagai Force Majeure

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ketua badan Maulid Nabi Muhammad SAW serta akad nikah putri dari Kekasih Rizieq Shihab (HRS) mengeklaim sudah menegakkan protokol kesehatan. Kerumunan pengikut yang diduga melanggar protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 disebut sebagai force majeure.

Membeludaknya kerumanan massa HRS diluar perkiraan panitia acara.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ketua badan Maulid Nabi Muhammad SAW serta akad nikah putri dari Habib Rizieq Shihab (HRS) mengeklaim sudah menegakkan protokol kesehatan. Kerumunan kawula yang diduga melanggar protokol kesehatan tubuh pada masa pandemi Covid-19 dikenal sebagai force majeure .

Menurut Carik Bantuan Hukum DPP FPI Azis Yanuar, panitia sudah melakukan berbagai antisipasi membeludaknya para pengunjung. Tercatat, awalnya panitia hanya meminta penutupan satu ruas jalan menjadi dua ruas. Namun pengunjung tetap berdatangan.

“Itu kan bagian force majaur e, ” klaim Azis saat mengiringi ketua panitia Haris Ubaidillah melakukan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/11).

Menurut Azis, pihak badan sudah meminta dipersiapkan mitigasi untuk acara tersebut. Seperti memohon adanya penutupan penggunaan jalan, penggunaan tiang umum panjang.

Secara demikian, diharapkan para pengunjung bisa menyebar. Kemudian di titik terbatas juga disediakan tempat cuci lengah. Bahkan, pihak panitia juga melipatgandakan dan menyebar masker yang diperoleh dari para donatur.

Hand sanitizer kita sediakan, protokol kesehatan tubuh terus kita umumkan, 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, ” tutur Azis.

Memang, lanjut Azis, kejadian di lapangan pada keadaan H, diluar prediksi pihaknya. Awalnya, pihak panitia menduga tidak seramai yang terjadi, mengingat momentum Mualid Nabi Muhammad sendiri sudah lewat. Sayangnya, Azis mengakui prediksi panitia meleset dan sehingga pihaknya pengganggu untuk mengatur massa yang tetap berdatangan.

“Kesulitan itu terjadi ketika hari H-nya karena kita tidak menyangka massa begiu besar seperti itu. Karena kita menganggap ini sudah lewat euforianya, ” tutur Azis.

Ketua panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri dari HRS, Haris Ubaidillah memenuhi panggilan polisi, Rabu (18/11). Kedatangannya untuk memberikan klarifikasi terkait ke-2 acara tersebut.

Sebelum menjalani pemeriksaan, yang bersangkutan terlebih dulu melakukan swab test. Hasilnya dinyatakan nonreaktif atau negatif.

“Kemudian lagsung masuk untuk menjalani pemeriksaan awal. Ini klarifikasi bukan pemeriksaan, ” kata Azis.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membagi tiga elemen saksi terpaut terkait acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri sejak HRS di Petamburan, Jakarta Sentral, akhir pekan lalu. Kedua acara tersebut diduga tidak mematuhi aturan kesehatan pada masa pandemi Covid-19

“Kami bagi tiga elemen di sini ya. Bagian pertamanya pemerintah daerahnya, kemudian pula ada panitia penyelenggaranya dan pula ada juga saksi tamu dengan hadir, ” kata Kabid Humas Polda Metro Komisaris Besar Petugas Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (17/11).