Turisme Ramah Muslim akan Pulih Bertambah Cepat

Turisme Ramah Muslim akan Pulih Bertambah Cepat

IHRAM. CO. ID, JAKARTA — Ketua Umum Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan optimistis pariwisata akan pulih lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia memperkirakan pariwisata ramah muslim Indonesia akan pulih kurang dari empat tahun.

IHRAM. CO. ID, JAKARTA — Ketua Umum Gabungan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan optimistis pariwisata akan reda lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia memperkirakan pariwisata ramah muslim Indonesia akan pulih kurang daripada empat tahun.

“Berbagai survei memperkirakan pariwisata hendak pulih pada 2023, tapi aku kira bisa lebih cepat lantaran itu, ” katanya dalam Konvensi Diskusi Investasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) belum lama ini.

Riyanto menyampaikan tingkat penjelajahan domestik kini telah menunjukkan pengembangan. Dengan pengurangan pembatasan, pariwisata domestik kembali bergeliat. Hotel-hotel mulai menikmati peningkatan okupansi, wisata daerah biar demikian, seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan lainnya.

Menurut Riyanto, pariwisata bisa pulih bertambah cepat dengan strategi yang saat ini digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni quality tourism . Artinya, propaganda akan menyasar wisatawan yang cenderung spending lebih besar sehingga, meski jumlahnya sedikit namun pengeluarannya lebih gembung.

“Biasanya wisatawan mancanegara menghabiskan sekitar satu. 100 dolar AS setiap lawatan, tapi ada juga yang melenyapkan 1. 350-2. 500 dolar GANDAR, itu yang lebih disasar, ” katanya.

Dengan penguatan dari sisi wisata domestik, oleh karena itu pemulihan pariwisata nasional bisa bertambah cepat. Ia mengajak agar para pelaku industri untuk tidak terkungkung dengan berbagai proyeksi ekonom. Sambil terus berinovasi, pariwisata dalam daerah bisa tetap berupaya menarik pengunjung.

Ia mencontohkan kebijakan pariwisata di Turki membuat omzet para pelaku usahanya pada Oktober 2020 kembali pulih ke angka normal seperti saat sebelum pandemi. Riyanto menyebutnya bukti bahwa pariwisata bisa sangat cepat dalam pemulihan.

Recovery- nya bisa lebih cepat dari empat tahun, asal benar-benar ikhtiar, sesuaikan dengan kondisi dan berinovasi, ” katanya.

Ia menegaskan protokol kesehatan dan keamanan harus tetap dijalankan. Ini harus menjadi bagian dari ketetapan operasional agar meningkatkan kepercayaan pengunjung.