45 anak dan 42 lansia merupakan bagian dari 1. 267 pasien Covid-19 Kota Bogor

REPUBLIKA. CO. ID,   BOGOR — Sebanyak 45 anak-anak berusia kurang dari enam tarikh serta 42 orang lanjut leler (lansia) berusia 70 tahun ke atas, menjadi pasien positif COVID-19 di Kota Bogor, pada Jumat hari ini.

Bersandarkan data harian COVID-19 pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jumat, menuturkan 45 anak-anak dan 42 lansia tersebut adalah bagian dari 1. 267 pasien positif COVID-19 dalam Kota Bogor yang masih kecil.

Dari 45 anak-anak berusia kurang dari enam tahun tersebut, terdiri dari 24 anak rani dan 21 anak laki-laki, sedangkan dari 42 lansia itu sebanyak 23 lansia berusia 70-79 tarikh serta sembilan lansia berusia di atas 80 tahun.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam Kota Bogor, Rabu (17/2) mengatakan penularan COVID-19 di Kota Enau saat di dominasi dari kluster keluarga dan kluster luar tanah air.

“Artinya, warga yang mempunyai mobilitas ke luar kota ataupun masuk ke Kota Bogor, dapat menulari keluarga dan membuat kluster keluarga meningkat, sehingga kuncinya menekan mobilitas warga, ” katanya.

Menurut Bima Arya, anak-anak berusia kurang dari enam tahun & lansia berusia 70 tahun ke atas, adalah adalah orang-orang dengan pergaulannya hanya di di rumah dan lingkungan sekitarnya.

“Kalau mereka tertular COVID-19, maka ada anggota keluarga atau pendatang dengan memiliki mobilitas keluar kota atau dari luar kota yang peluang besar menularkannya, ” katanya.

Menurut Bima Arya, guna menekan penularan COVID-19, khususnya pada kluster keluarga, maka Pemerintah Kota Bogor memutuskan melanjutkan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan bermotor, pada akhir pekan dan hari besar.

Bima menilai kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor serta kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dalam tingkat RW di Kota Bogor, pada pekan lalu, mampu menekan angka kasus positif COVID-19.

sumber: Antara

Source: republika. co. id