Jawa Barat targetkan vaksinasi Covid-19 siap akhir Februari.

REPUBLIKA. CO. ID, CIKARANG — Komite Kecendekiaan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan, sebanyak 80 persen gaya kesehatan di daerah itu telah disuntik vaksin COVID-19 merek Sinovac. Jawa Barat menargetkan vaksinasi mampu selesai di akhir bulan.

“Sudah 80 persenan maka hari ini. Kami targetkan akhir bulan ini selesai agar bisa melanjutkan ke kelompok penerima vaksin berikutnya, ” kata Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Perbaikan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja, di Cikarang, Rabu (17/2).

Setiawan mengatakan, jumlah tenaga kesehatan di Jawa Barat mencapai 192. 000 karakter sementara alokasi vaksin yang diterima sebanyak 350. 000 dosis. Jumlah tersebut belum menjangkau seluruh gaya kesehatan mengingat setiap satu gaya kesehatan menerima dua dosis vaksin.

“Walaupun kurang tapi di Kabupaten Bekasi kami berharap sesegera mungkin didistribusikan (untuk periode kedua), ” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat itu menargetkan 70 persen masyarakat Jawa Barat akan menerima vaksin COVID-19 atau 33, 5 juta dari total 42 juta bertambah warga Jawa Barat saat itu. Secara umum, kata dia, vaksinasi di Jawa Barat tidak menemukan kendala berarti hanya saja tersedia sejumlah faktor yang menyebabkan pelaksanaan vaksinasi menjadi terhambat namun peristiwa ini dapat teratasi melalui percepatan kegiatan. Salah satu kendalanya yakni distribusi vaksin yang tidak serasi perencanaan awal seperti yang berlaku di Kabupaten Bekasi.

“Suplai vaksinnya yang memang kudu menunggu sebab untuk wilayah Jawa barat itu penduduknya seperlima sejak penduduk Indonesia jadi wilayah kita paling banyak membutuhkan, ” ucapnya.

Kemudian kendala lain adalah persoalan pro dan anti terhadap vaksin yang disuntikkan. “Tapi setelah adanya pernyataan dari BPOM bahwa vaksin ini aman serta dari MUI bahwa vaksin ini halal, kami melihat juga perkara yang menolak divaksin hanya kecil sekali bahkan mereka yang tadinya menolak sekarang sudah mau divaksin, ” katanya.

sumber: Antara

Source: republika. co. id