Barang apa pun hasilnya jangan sampai memecah belah kesatuan dan persatuan.

REPUBLIKA. CO. ID,   PADANG — Anggota DPR RI Daerah Penetapan Sumbar 1, Andre Rosiade mengajak masyarakat untuk menerima hasil pengumpulan suara dalam Pikada Serentak 2020 dengan lapang dada. “Bagi dengan menang, selamat dan bisa memimpin Sumbar dengan baik. Bagi dengan tidak puas, bisa menempuh belang konstitusi dengan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan yang istimewa pilkada berjalan damai, ” kata pendahuluan Andre yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, masa memantau proses pemungutan suara di di TPS 07 Kelurahan Purus, Padang Barat, di Padang, Rabu (9/12).

Ia berharap pilkada berjalan baik dan semua pihak bisa menerima hasilnya dengan lapang dada. Karena pilkada adalah perhelatan demokrasi yang harus kita ikuti dengan hati riang dan badunsanak (berkeluarga). “Apa pun hasilnya jangan sampai memecah belah kesatuan dan persekutuan, ” kata dia lagi.

Selain itu, ia melihat protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik oleh petugas KPPS dan para pemilih. “Alhamdulillah, ana siang ini melihat proses pemungutan suara berjalan cukup baik. Dalam beberapa TPS yang kami menentang, seperti di Jati, Nanggalo, dan Singgalang, Koto Tangah semua lulus baik prosesnya. Semoga tidak menjadi klaster baru pilkada ini, ” katanya pula.

Dia melihat setiap petugas menggunakan alat pelindung diri (APK) dengan baik, seperti pelindung wajah & masker maupun perlengkapan pencuci tangan. “Kami mengapresiasi para petugas KPPS yang sangat patuh terhadap peraturan prokes dengan baik. Semoga berlaku dengan baik, ” katanya.

Menurut dia, hingga pukul 11. 30 WIB, dirinya berkeliling pada 11 TPS, belum ada dengan mencapai 70 persen kedatangan, bahkan masih ada yang di lembah 50 persen. Tentunya ini betul merisaukan, karena ada kemungkinan tingkat partisipasi warga memilih rendah dipadankan pileg atau pilkada sebelum-sebelumnya.

“Kami berharap pemilih tetap datang dan tingkat partisipasi meningkat. Karena, pilkada akan lebih baik secara partisipasi yang tinggi. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, banyak yang memprediksi akan menurun. Semoga tak terlalu buruk dari pemilihan-pemilihan langsung sebelumnya, ” katanya pula.