Alquran justru menguatkan tentang kenabian Nabi Isa alaihissalam

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA – Apakah Rasul Isa  alaihissalam bisa menciptakan manusia sebagaimana Allah SWT menciptakan makhluk?  

Alquran memberi penjelasan tentang pertanyaan tersebut, sama dengan dijelaskan dalam dua bagian Alquran. Pertama adalah Tulisan Ali Imran ayat 49.   Allah SWT berfirman:  

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berceloteh kepada mereka): “Sesungguhnya awak telah datang kepadamu secara membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu ego membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan ego menyembuhkan orang yang melanda sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu dahar dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Nyata pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. ”

Kedua, ialah Al Maidah ayat 110. Allah SWT berfirman:  

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

  “(Ingatlah), ketika Tuhan mengatakan: “Hai Isa anak Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan awak dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan bani adam di waktu masih pada buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di masa Aku mengajar kamu menyusun, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari desa (suatu bentuk) yang bersifat burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, berarakan bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di periode kamu menyembuhkan orang dengan buta sejak dalam perut ibu dan orang dengan berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di masa kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menyekat Bani Israil (dari rencana mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan pada mereka keterangan-keterangan yang jelas, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tak lain melainkan sihir yang nyata. ” 

Dari dua ayat itu, maka dapat diketahui kalau tidak ada bukti yang menunjukkan ketuhanan pada diri Nabi Isa AS. Perut ayat tersebut menunjukkan bukti Nabi Isa sebagai utusan Allah SWT sehingga dalam dirinya terdapat mukjizat.

Dalam kitab Injil pun demikian. Ada penuh teks dalam Injil yang membuktikan bahwa mukjizat yang ditunjukkan Nabi Isa AS itu terjadi atas kerelaan Allah SWT. Artinya, Rasul Isa tidak melakukannya dalam kapasitas sebagai Tuhan Pencipta, tetapi sebagai utusan Allah.

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa sebab diri-Ku sendiri; Aku memeriksa sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil,   sebab Ego tidak menuruti kehendak-Ku tunggal, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku. ” (Yohanes ayat 30, Injil)

Itu adalah wacana yang jelas menggambarkan kalau Nabi Isa tidak bisa melakukan apapun atas kemauannya sendiri, kecuali apa dengan Allah mungkinkan untuknya jadi bisa melakukannya.

Sumber: islamweb 

 

 

Source: republika. co. id