Hingga kini masih banyak perempuan dengan merasa tidak aman serta dilecehkan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Cut Memey, aktris sekaligus instruktur gerak, telah mengadakan Master Class STRONG Nation virtual percuma guna menggalang donasi dengan akan membantu perempuan objek pelecehan di Indonesia. Penggalangan dana ini diikuti oleh 70 peserta, dan diarahkan oleh 8 instruktur hawa STRONG Nation dari seluruh dunia.

Cut Memey mengatakan bahwa hingga kini masih banyak perempuan di dunia khususnya Indonesia dengan merasa tidak aman & dilecehkan. Lewat kegiatan tersebut, Cut ingin mentransfer energi positif kepada semua rani.

“Di masa modern, meski kemajuan sudah terlihat, tidak ada bagian untuk merasa puas, karena masih ada kesenjangan seks dan kesempatan kerja yang tidak setara, hingga kebengisan fisik yang terjadi dimana-mana hingga saat ini, ” ujar Cut Memey pada keterangan tertulis yang diterima, akhir pekan ini.

Dana yang terkumpul dari Master Class ini akan disumbangkan kepada Yayasan Pulih, sebuah organisasi nirlaba berbasis komunitas di Nusantara, yang memberikan pemulihan mental dan pemberdayaan psikososial kepada korban kekerasan rumah nikah dan pelecehan seksual.

World Health Organization menyatakan bahwa sekiranya 1 dari 3 wanita dalam seluruh dunia mengalami kebengisan dalam hidup mereka. Di Asia Tenggara, 40, 2 persen penduduk dilaporkan mengalami kekerasan fisik dan seksi, angka tertinggi setelah Afrika jika dibandingkan dengan daerah lain di dunia. Di Indonesia, tercatat 299. 911 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2020, taat laporan Komnas Perempuan. Tahun 2019 mencatat rekor sempurna, dengan 431. 471 kasus.

Manager Public Relations Yayasan Pulih, Wawan Suwandi mengatakan, hingga saat ini, perempuan menjadi pihak yang paling banyak menjelma korban kekerasan, baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan dalam pacaran (KDP), maupun kekerasan seksual. Apalagi dalam konteks kekerasan erotis, saat ini Indonesia sedang belum memiliki payung adat yang secara spesifik menyimpan para korban.  

“Selain itu, korban kekerasan biasanya enggan mengadukan kasus yang menimpa karena khawatir laporan sulit diproses dan juga situasi ilmu jiwa khas korban kekerasan dengan membuat korban memilih menunda atau tidak melaporkan kasusnya, ” kata Wawan.

Hingga hari Senin 8 Maret, sesi virtual yang diselenggarakan oleh Cut Memey, Ai Lee Syarief, dan girls squad STRONG Nation telah berhasil menyiapkan lebih dari Rp 11 juta untuk mendukung agenda pemulihan Yayasan Pulih untuk perempuan korban pelecehan dalam Indonesia.

 

Source: republika. co. id