Depan 2021, OJK Cabut Izin Cara Perusahaan Multi Finance

Depan 2021, OJK Cabut Izin Cara Perusahaan Multi Finance

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Memasuki awal 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin besar perusahaan multi finance. Usaha dengan dicabut izinnya adalah PT Wannamas Multifinance dan PT Mirasurya Multi Finance.

Perusahaan yang dicabut izinnya tak boleh menggunakan nama pembiayaan untuk usahanya

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Memasuki awal 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggalkan izin dua perusahaan multi finance. Usaha yang dicabut izinnya adalah PT Wannamas Multifinance dan PT Mirasurya Multi Finance.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank, Anggar Budhi Nuraini, mengatakan pencabutan izin usaha tersebut, maka kedua perusahaan dilarang mewujudkan kegiatan pembiayaan. Wannamas memiliki pejabat pusat di Tangerang Selatan, Banten. Sedangkan Mirasurya berkantor pusat pada Bandung, Jawa Barat.

“Pencabutan izin kedua perusahaan dilatari kondisi yang tidak sama. PT Mirasurya Multi Finance, pencabutan permisi usaha disebabkan keputusan pemegang saham mengubah bidang usaha. Alasan pembatalan, perubahan kegiatan usaha sehingga tak lagi menjadi perusahaan pembiayaan, ” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (8/1).

Adanya pembatalan izin usaha ini, Anggar menuturkan pencabutan izin usaha perusahaan pembiayaan yang beralamat di Bandung tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-62/D. 05/2020 tanggal 29 Desember 2020. Namun Wannamas Multi Finance, OJK menyebutkan pencabutan izin usaha berupa sanksi lanjutan.

“Dengan keputusan ini maka perusahaan diperintahkan untuk memenuhi hak dan kegiatan yang harus dipenuhi sesuai undang-undang, ” ucapnya.

Menurutnya perusahaan diperintahkan memberi informasi yang jelas kepada debitur, kreditur & pemberi dana mengenai mekanisme pengerjaan. Perusahaan juga harus menyediakan was-was informasi dan pengaduan nasabah privat perusahaan.

“OJK tahu perusahaan yang telah dicabut permisi usahanya dilarang untuk menggunakan introduksi finance, pembiayaan, atau kata yang mencirikan kegiatan pembiayaan atau kelembagaan syariah, dalam nama perusahaan, ” ucapnya.

Source: republika. co. id