Holding ua mikro memberikan jangkauan layanan lebih luas pada masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama PT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI Sunarso mengatakan holding ua mikro tidak akan mengubah model bisnis PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Sunarso menjamin model bisnis Pegadaian dan PNM tidak berubah, kecuali untuk tuntutan digitalisasi. 

Sunarso menilai akselerasi digitalisasi merupakan hal yang harus dilakukan dalam menghadapi kondisi saat ini. “Perlu dicatat penggabungan ini bukan merger, entitas masing-masing masih ada sehingga karena bukan merger maka tidak ada yang melebur ke mana pun,” ujar Sunarso saat penandatangan perjanjian pengalihan saham dalam rangka pembentukan Holding Uamikro di Jakarta, Senin (13/9).

Sunarso menyampaikan sinergitas holding ua mikro merupakan upaya pemerintah dalam membantu problem yang selama ini dihadapi para pelaku usaha ua mikro yakni kendala akses perbankan dan pelayanan pendukung lainnya. 

Sunarso mengatakan segmen ua mikro memiliki biaya operasional dan risiko yang cukup tinggi lantaran memerlukan begitu banyak jaringan dan sumber daya manusia. “Kehadiran holding ini menjadi cara dalam menekan tingginya risiko dan biaya operasional segmen ua mikro dengan kolaborasi dan digitalisasi,” ungkap Sunarso.

Sunarso berharap holding ua mikro dapat semakin mengoptimalkan nilai tambah bagi nasabah, karyawan anggota holding, hingga pemerintah. Sunarso mengatakan holding ua mikro ini bisa memberikan jangkauan layanan lebih luas kepada masyarakat dengan pilihan produk yang beragam dengan harga yang lebih murah karena proses akan lebih efisien melalui kolaborasi berbagai item di lokasi, kemudian penggunaan digital bersama.

“Itu bisa melayani masyarakat sebanyak mungkin, dengan biaya semurah mungkin, karena prosesnya dilakukan seefisien mungkin,” lanjut Sunarso.

Sunarso menyebut para karyawan di tiga BUMN anggota holding juga memiliki kesempatan dalam mengembangkan potensi dan karir ke depan dengan adanya ekosistem tersebut. Kata Sunarso, holding ua mikro juga akan memberikan manfaat bagi pemerintah lantaran adanya basis data ekonomi ua mikro yang terintegrasi. Menurut Sunarso, hal ini akan memudahkan pemerintah dalam memberikan penyaluran berbagai stimulus.

“Untuk pemegang saham, ini penting, dengan dibentuknya holding ini, pemegang saham yakin BRI punya kepastian sumber pertumbuhan dan sumber pertumbuhan tidak mesti memaksaan BRI naik ke atas mencari yang besar, karena sumber pertumbuhan dipasok dari bawah, dari ua mikro,” kata Sunarso menambahkan.

Source: republika.co.id