Sertifikat diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendongkrak daya bertarung industri sepeda lokal. Dukungan yang diberikan di antaranya Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, Kemenperin mendorong pelaku usaha atau produsen sepeda lokal menerapkan sistem manajemen mutu dan menyampaikan pelayanan. Melalui upaya tersebut diharapkan sepeda buatan dalam negeri bisa berdaya saing.  

“Sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pasar pribumi hingga ekspor, ” kata Agus saat menyerahkan SPPT SNI untuk PT Kreuz Bike Indonesia dengan merupakan pemilik merek dagang roda lipat Kreuz di Jakarta, Kamis (4/2).

Agus menuturkan, kewajiban SNI bagi produk sepeda jentera dua tertuang dalam Peraturan Gajah Perindustrian (Permenperin) Nomor 30 tarikh 2018 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib. Petunjuk ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain itu, diharapkan pula terjadi pendirian persaingan usaha yang sehat. Caranya, dengan penerapan sistem manajemen harga yang menjadi syarat memperoleh SPPT SNI 1049: 2008.  

“Pemberlakuan SNI ini juga berniat memastikan keamanan dan keselamatan pemakai sepeda roda dua, ” perkataan Agus.

Kemenperi berharap pabrik sepeda lokal semakin berkembang beserta mampu memanfaatkan peluang. Karena permintaan sepeda di dalam negeri menggila tajam khususnya di masa pandemi Covid-19 yang mencapai delapan juta sampai sembilan juta unit.

Agus juga berpesan, supaya PT Kreuz Bike Indonesia dapat mencantumkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produknya. TKDN sepeda lipat Kreuz sudah cukup tinggi, sekitar 70 persen.  

“Yang paling krusial dari sepeda yaitu frame dan ternyata sudah bisa diproduksi sendiri oleh Kreuz, ” kata Agus.  

 

Source: republika. co. id