Erick Thohir Dukung Pengembangan Pariwisata Istimewa Prioritas

Erick Thohir Dukung Pengembangan Pariwisata Istimewa Prioritas

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Hak Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan pelat merah mendukung penuh percepatan perluasan lima destinasi pariwisata super preferensi.

Pemerintah mau terus memberikan insentif untuk pelaku usaha dan pariwisata

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Gajah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan pelat merah membantu penuh percepatan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas.

Erick mengatakan pariwisata di semesta dunia menjadi sektor yang benar terdampak pandemi Covid-19. Kendati begitu, ucap Erick, sejumlah negara telah mulai membuka destinasi wisata untuk domestik dan internasional saat tersebut.

“Untuk Indonesia tunggal, kami melihat, sebelum covid sendiri bahwa 90 persen (wisatawan) itu memang wisatawan lokal, dan cuma 10 persen wisatawan asing, ” ujar Erick saat rapat penyerasian nasional percepatan pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas di Jakarta, Jumat (27/11).

Peristiwa ini yang membuat Kementerian BUMN ingin melakukan pemetaan ulang terkait keberpihakan pada pembangunan untuk wisatawan lokal. Namun begitu, Erick mendahulukan pentingnya tetap mengedepankan protokol kesehatan tubuh meski nantinya program vaksinasi sudah berjalan.

“Protokol kesehatan harus tetap dijalankan meskipun nanti kita sudah divaksin, ” ucap Erick.

Erick menambahkan pemerintah juga bakal terus memberikan insentif untuk pelaku usaha dan pariwisata, termasuk UMKM pada tahun depan. Selain itu, Erick menilai pandemi saat itu menjadi momentum bagi dunia turisme untuk melakukan percepatan digitalisasi sistem.

“Suka tidak suka digitalisasi sistem ini tidak terhindarkan, lalu marketing kita harus bersandarkan kepercayaan yaitu salah satunya mengalami aman karena tidak mungkin di dalam kondisi ini kita ingin wujud parawisata tapi tidak aman covid atau tidak aman dalam bidang sosial, ” kata Erick memasukkan.