Tempe dan tahu akan bersirkulasi lagi besok dengan harga terbang menjadi Rp 15 ribu per kg.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Ikatan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) menyampaikan aksi mogok produksi tempe dan tahu akan berakhir padaAhad (3/1) hari ini. Aksi macet produksi telah berlangsung selama tiga hari, dari Jumat (1/1) hingga Ahad (3/1).

“Besok mogok sudah selesai, rencana besok sudah akan ada lagi tempe dan tahu dengan harga yang sudah dinaikkan sekitar Rp 15 ribu per kg untuk Jakarta, sementara daerah lain bisa lebih mahal atau lebih murah, ” perkataan Ketua Umum Gakoptindo Ayip Syarifudin saat dihubungi Republika di Jakarta, Ahad (3/1).

Ayip mengatakan kenaikkan harga tempe dan tahu maksimal 20 persen dibanding harga semula yang sebesar Rp 11 ribu per kg datang Rp 12 ribu per kg. Ayip menyebut kenaikkan harga tempe dan tahu tak lepas sebab adanya kenaikkan harga kedelai dengan terjadi sejak beberapa bulan lalu.

“Biaya produksi sekarang sudah lebih mahal daripada harga jual yang semasa ini berlaku, jadi rugi, ” lanjutnya.

Ayip menjelaskan harga kedelai pada dua bulan hingga tiga bulan lalu masih berada di angka Rp 6 ribu per kg sampai Rp 7 ribu per kg. Secara ongkos produksi sebesar Rp 5 ribu, harga jual tempe & tahu berada di angka Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kg.

Namun saat ini, harga kedelai melonjak hingga Rp 9. 300 per kg. Angka tersebut belum termasuk ongkos produksi yang mampu mencapai Rp 5 ribu sehingga harga jual tempe dan cakap diusulkan naik menjadi Rp 14 ribu sampai Rp 15 seperseribu.

“Ini yang pelik, ada yang setuju naik, ada yang tidak mau karena penjualan pengrajin di pasar tradisional lazimnya jualannya juga ada yang ke konsumen dan langsung ke distributor pasar, ” ucap Ayip.

Ayip menyampaikan hubungan pengrajin dengan pedagang pasar sudah terjalin puluhan tahun sehingga ada seruan agar harga tempe dan tahu tidak naik. “Dinaikkan salah, tidak dinaikkan rugi, serba salah, ” ungkap Ayip.

Sebab itu, para pengrajin tempe dan tahu meminta tolong kepada Gakoptindo dan Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) agar mendesak adanya kenaikkan harga tempe & tahu.

Ayip mengecap usulan kenaikan harga tempe serta tahu sudah disepakati pada kerap Gakoptindo pada 28 Desember berarakan. Gakoptindo juga telah meminta negeri membantu menyampaikan sosialisasi kepada asosiasi terkait kenaikan harga tempe & tahu.

“Tapi imbauan pemerintah ke masyarakat itu tak ada, ya sudah mogok saja. Pemerintah tolong buat kebijakan dengan menguntungkan semua pihak mulai lantaran petani kedelai, pengrajin tahu serta tempe, dan masyarakat, ” sirih Ayip.

Source: republika. co. id