IIEF memberikan beasiswa pelajar dan mahasiswa keluarga penerbangan terdampak Covid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 turut berdampak besar terhadap sektor/jasa angkutan udara atau bisnis penerbangan. Pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19 membuat maskapai harus menerapkan langkah ekstrem untuk bertahan termasuk diantaranya berhenti terbang sementara hingga efisiensi pegawai. Kerugian dan karyawan yang dirumahkan menjadi opsi yang sulit untuk dihindari.

Indonesian International Education Foundation (IIEF) menyadari bahwa pandemi Covid-19 yang berdampak parah terhadap industri penerbangan secara tidak langsung mempengaruhi pendidikan putra-putri dari masyarakat Indonesia yang bekerja atau pernah bekerja di industri penerbangan Indonesia.

Berangkat dari situasi inilah IIEF menggagas program Beasiswa Cakrawala, sebuah program bantuan pembiayaan pendidikan dan penguatan kapasitas bagi para siswa SMA dan Mahasiswa yang orang tuanya bekerja atau pernah bekerja di perusahaan/maskapai penerbangan yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Direktur IIEF Diana Jahja mengungkapkan, akses pendidikan harus diperjuangkan apapun alasannya. Pandemi memang membawa banyak cerita sedih, lebih dari 30 juta orang terkena dampaknya. Mulai dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah, pengurangan jam kerja dan gaji. Untuk itulah perlu kepekaan dan kepeduan terhadap sesama agar bisa menolong hidup banyak orang.

Tujuan yang diharapkan dari Beasiswa Cakrawala ini adalah membantu meringankan dana pendidikan bagi para putra-putri yang berasal dari keluarga sektor penerbangan Indonesia terdampak pandemi Covid-19 dan diharapkan kelak dapat menjadi agent of change bagi masyarakat sekitarnya.

Fenty Agtiffantono selaku Program Manager IIEF menambahkan bahwa beasiswa yang diluncurkan pada 17 Agustus 2021 lalu bertepatan di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 akan dibuka hingga 30 September dan menyasar 130 penerima beasiswa di wilayah Jabodetabek. Adapun komponen beasiswa yang diberikan antara lain, tunjangan belajar 1 tahun, untuk siswa SMA sebesar Rp 12 juta sedangkan untuk Mahasiswa sebesar Rp 19,2 juta.

Berikutnya program pendampingan non-akademis serta pengembangan kepemimpinan dan profesional dan dana kegiatan bersama untuk merencanakan dan menjalankan Proyek Sosial kepada masyarakat untuk mengasah nilai-nilai pengabdian sosial.

“Target dari Beasiswa Cakrawala adalah membantu meringankan dana pendidikan dari penerimanya, serta menumbukan jiwa leadership dan kepekaan sosial dari para anak-anak muda ini”, ungkap Fenty. Informasi lengkap seputar persyaratan, kualitifkasi pendaftar serta formulir pendaftaran dapat diunduh di laman website www.iiefsustainableeducation.id.

Pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari setahun ke belakang telah meluluhlantahkan sektor angkutan udara. Badan Pusat Statistik mencatat kontraksi terbesar sektor transportasi angkutan udara pernah menyentuh minus 63,9 persen di kuartal III dan minus 53,8 persen kuartal IV tahun 2020 terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara tahunan atau year on year (yoy).

Sedangkan Hasil kajian White Paper dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memprediksi sektor penerbangan domestik akan mulai membaik pada tahun 2022 dan baru kembali optimal di tahun 2024.

Source: republika.co.id