Angkatan Bersenjata Myanmar menuduh negeri melakukan kecurangan dalam pemilu.

REPUBLIKA. CO. ID, NAYPYITAW  — Militer Myanmar berjaga di sebuah pos pemeriksaan dengan kendaraan lapis baja di jalan menuju gedung parlemen di Naypyitaw, Myanmar, Selasa (2/2).

Militer  Myanmar  mengambil alih kekuasaan negara pada Senin (1/2). Militer Myanmar, yang dikenal sebagai Tatmadaw, mengeklaim ada penipuan pemilihan yang meluas. Militer mendesak pemerintah untuk menunda pertemuan kongres. Padahal pertemuan itu dijadwalkan bakal terjadi pada Senin (1/2).

Dalam pemilihan bulan November lalu, partai NLD yang berkuasa mendapatkan 396 dari 476 status di parlemen. Tapi berdasarkan konstitusi yang dirancang militer tahun 2008 militer harus menguasai 25 komisi kursi di parlemen. Sejumlah situasi penting di kabinet juga harus diserahkan ke militer.

Angkatan Bersenjata Myanmar atau Tatmadaw menuduh pemerintah melakukan kecurangan dalam pemilu tapi mereka gagal membuktikan kecurangan tersebut. Pekan lalu, komisi penetapan umum membantah tuduhan tersebut.  

Source: republika. co. id