Hingga Februari 2021, KLHK menyatakan, nilai deforestasi menurun sebesar 75, 03 persen

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Koalisi Golongan Hutan mengajak anak bujang Indonesia yang memiliki afeksi terhadap isu lingkungan untuk mau bergerak menjaga kelestarian hutan dan lahan gambut. Hal ini perlu cepat dilakukan mengingat banyaknya petaka menimpa Indonesia yang 98 persen disebabkan oleh faktor hidrometerolog atau perubahan kondisi.  

Koalisi Golongan Alas yang sudah berjalan dua tahun sejak Januari 2019, terus berupaya untuk mengedukasi anak muda di Nusantara tentang berbagai tantangan dan permasalahan di sektor lingkungan hidup. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat terlibat dan menggaungkan pentingnya pengawasan dan pengelolaan berkelanjutan hutan dan lahan gambut dalam Indonesia.  

Peran penting anak muda Indonesia dalam isu dunia disampaikan melalui Diskusi Media “Hutan dan Lahan Gambut Indonesia: Akankah Berpihak di dalam Generasi Mendatang? ” yang diadakan secara daring di Senin (15/3). Diskusi turut dihadiri oleh anggota Koalisi Golhut, yakni Sapta Ananda Proklamasi, GIS Specialist Greenpeace Indonesia, Rony Saputra, Direktur Hukum Yayasan Auriga Nusantara serta Hasbi Berliani, Penasihat Program Untuk Tata Kelola Berkelanjutan Kemitraan/Partnership.  

Ode Rakhman, koordinator Koalisi Golongan Hutan, mengutarakan, bahwa survei yang dikerjakan oleh Change. org & Yayasan Indonesia Cerah terpaut Krisis Iklim di Lengah Anak Muda tahun 2020 memperlihatkan data bahwa 89% anak muda Indonesia merasakan khawatir tentang dampak gawat iklim.  

“Data tersebut menunjukkan kalau mereka sudah memiliki afeksi terhadap isu lingkungan, tetapi tantangannya adalah anak bujang ini belum mau bekerja dan membesarkan isu-isu dunia hidup di Indonesia, ” ungkapnya.  

 

Source: republika. co. id