BI menyebut sektor kekayaan dan otomotif menyumbang kemajuan ekonomi

REPUBLIKA. CO. ID,     SOLO — Dominasi Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan mengeluarkan aturan terpaut kebijakan Down Payment (DP) atau uang muka nihil persen untuk kredit mobil dan properti.

“Dari regulatornya kan sudah melahirkan peraturan, ada PBI (Peraturan Bank Indonesia), POJK (Peraturan OJK), dari industri tersedia SK (Surat Keputusan) Direksi dari internal mereka, kaya apa mekanismenya, ” cakap Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Kamis (11/3).

Dia mengatakan mengenai kebijakan uang muka nol persen sendiri OJK sudah melakukan perundingan dengan perbankan sejak kira-kira waktu lalu. Bahkan OJK bersama dengan BI serupa sudah melakukan diskusi secara pihak asosiasi, termasuk Real Estate Indonesia (REI). Menurut nya, salah satu yang harus diwaspadai terkait kebijakan itu adalah bobot risiko yaitu aktiva tertimbang menurut risiko.

“Makin DP kecil yaitu 0 datang 30 persen maka nilai risiko makin besar menyentuh 35 persen, begitu uang muka 30 hingga 50 persen bobot risiko bahkan kecil menjadi 25 persen. Sedangkan uang muka di atas 50 persen lantaran yang dibiayai maka nilai risiko turun jadi 20 persen, ” katanya.

Disinggung mengenai dampaknya terhadap likuiditas perbankan, taat dia, saat ini penuh uang yang tersimpan pada perbankan. “Saat ini pertumbuhan kredit minim, pertumbuhan DPK (Dana Pihak Ketiga) mulia. Banyak dana tersimpan & belum tersalurkan, ” katanya.

Sebelumnya Besar Perwakilan Bank Indonesia (BI) Surakarta Nugroho Joko Prastowo mengatakan di satu sisi kebijakan pelonggaran tersebut memungkinkan masyarakat mengajukan kredit kendaraan bermotor dan properti dengan uang muka nol tip. Di sisi lain, dikatakannya, sektor otomotif dan properti memiliki kontribusi cukup agung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan masa ini masyarakat khususnya menengah ke atas lebih banyak menyimpan uang mereka pada bank. Data dari BI menunjukkan pada tahun 2020 DPK tumbuh sebesar 11, 11 persen, sedangkan kreditnya terkontraksi sebesar 2, 41 persen. Ia mengatakan lengah satu dampak dari umum menengah atas menyimpan uangnya adalah terjadi penurunan penjualan kendaraan bermotor di sepanjang 2020.  

Nugroho Joko menyebut di kondisi normal Gabungan Pabrik Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) sanggup menjual sekitar satu, 1 juta unit setahun. Dari total angka penjualan tersebut sekitar 700 seperseribu diantaranya untuk memenuhi rekan domestik.  

Meski demikian, selama pandemi COVID-19 penjualan mengalami penurunan cukup signifikan. Oleh sebab itu diharapkan kebijakan uang muka nol persen buat kredit bermotor dan properti dapat mendorong masyarakat membelanjakan uangnya.

sumber: Antara

Source: republika. co. id