Mestinya ditertibkan dulu secara menerapkan prokes Covid-19 dengan ketat dan disiplin

REPUBLIKA. CO. ID,   PADANG — Ketua Pansus Perda Adaptasi Kebiasaan Mutakhir (AKB) DPRD Sumbar Hidayat menyayangkan penutupan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim akhir pekan ini oleh pemerintah. Menurut Hidayat, penutupan GOR merupakan bentuk bentuk kegagalan pemahaman Pemrov Sumbar dan Gabungan Tugas Covid-19 dalam memahami Perda 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Mestinya ditertibkan dulu dengan menerapkan prokes Covid-19 dengan ketat dan peraturan. Pengelola GOR bisa disanksi baik dan pidana bila tak piawai menerapkan prokes, ” kata Hidayat, Jumat (22/1).  

Politikus Partai Gerindra itu menilai kebijaksanaan menutup GOR Haji Agus Salim merupakan keputusan yang kurang bijak. Ia khawatir dengan kebijakan ini akan ada pelanggaran karena aparatur tidak konsisten menerapkan Perda AKB yang sama-sama telah disepakat oleh anggota dewan dan Pemprov Sumbar.

Sebelumnya diberitakan  Gelanggang Haji Olahraga (GOR) Haji Agus Salim, Padang mulai besok, Sabtu (23/1) sampai Ahad (24/1) ditutup sejak pukul 05. 00 WIB sampai 10. 00 WIB. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengucapkan penghentian sementara aktivitas GOR itu untuk mencegah kerumunan yang berpotensi memunculkan klaster baru penularan Covid-19.

Satake menyebut setiap Sabtu Ahad GOR Haji Agus Sehat selalu ramai dikunjungi masyarakat buat olahraga dan berbelanja. Satake memperhitungkan hal ini sementara harus dicegah supaya penularan Covid-19 di Praja Padang tidak semakin parah.

Selain aparat kepolisian, penutupan sementara kawasan GOR H Agus Baik Padang juga melibatkan OPD dalam lingkungan Pemerintah Kota Padang. Sesuai Dispora, Dishub dan Satpol PP.

Satake mengatakan, penutupan kawasan GOR H Agus Salim sejak aktifitas masyarakat untuk sementara cuma akan berlangsung selama dua keadaan saja. Setelah itu mereka mau mengevaluasi kegiatan tersebut supaya bisa lebih tertib protokol kesehatan.  

 

Source: republika. co. id