Kenaikan harga dibatasi oleh situasi virus corona dalam konsumen minyak utama India.

REPUBLIKA. CO. ID, NEW YORK — Harga minyak naik di akhir perdagangan Jumat atau Sabtu (15/5). Harga patra naik membalikkan beberapa penurunan tajam hari sebelumnya. Tetapi, kenaikan harga dibatasi sebab situasi virus corona dalam konsumen minyak utama India.

Colonial Pipeline mengatakan pada Kamis (13/5) malam telah memulai kembali seluruh sistem pipa & telah memulai pengiriman di semua pasarnya. Jalur tersebut adalah saluran utama dibanding kilang-kilang Teluk ke Miring Timur AS. Diketahui, kongsi Colonialsempat menghentikan distribusi patra karena ada serangan ransomware .

“Minyak naik karena pasokan bergerak lagi, baik melalui pipa atau sungai Mississippi, ” sekapur Phil Flynn, analis superior di Price Futures Group di Chicago.

 

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk transmisi Juni bertambah 1, 55 dolar AS menjadi bermukim di 65, 37 dolar AS per barel pada New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terangkat 1, 66 dolar menjadi ditutup pada 68, 71 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

“Yang membuat heboh merupakan kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang kasus COVID di India, ” ucap dia.

Ibu kota AS kehabisan minyak bumi pada Jumat (14/5) meskipun jaringan pipa mulai hidup kembali. Pemadaman pompa bensin di Washington, DC, terbang menjadi 87 persen, lantaran 79 persen sehari sebelumnya, kata perusahaan pelacak GasBuddy.

Nilai minyak berada di lembah tekanan minggu ini sejak melonjaknya kasus virus corona di India. Ada kewaswasan bahwa varian yang betul mudah menular yang prima kali terdeteksi di sana menyebar ke negara asing.

India pada Jumat (14/5) mengadukan 343. 144 kasus segar virus corona, membuat estimasi keseluruhannya melewati angka 24 juta. Sementara kematian kelanjutan Covid-19 naik 4. 000.

“Kegagalan Brent untuk melebihi 70 dolar AS tampaknya telah memicu penjualan oleh karakter pasar spekulatif, terutama sebab pengoperasian Colonial Pipeline sedang digenjot lagi di AS, ” kata Commerzbank.

sumber: antara

Source: republika. co. id