Wisatawan Jateng merupakan kunjungan terbesar ke destinasi di Yogya.

REPUBLIKA. CO. ID, YOGYAKARTA — Kepada Biro Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, mengatakan pintu masuk wisatawan menuju DIY dapat berkurang pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Alasannya adalah pembatasan yang dilakukan oleh Pemerintah Jawa Tengah (Jateng).

“Kalau Jateng melaksanakan pembatasan, maka pintu masuk ke DIY sebetulnya juga terkurangi dengan filter Jateng. Karena sebelah mengadukan DIY itu Bawen, Jateng. Tunggal dan Klaten itu juga Jateng dari arah timur, ” sebutan Singgih dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Republika secara virtual dengan tema Jelang Liburan Akhir Tahun di Tengah Pandemi, Kamis (17/12).

Singgih menyebut, wisatawan Jateng merupakan kunjungan terbesar ke destinasi di DIY. Dengan adanya pengetatan pembatasan tersebut dimungkinkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke DIY.

Selain Jateng, Jatim, Jabar dan DKI Jakarta juga menyumbang kunjungan wisatawan yang cukup besar ke DIY. “Ini akan terbentengi secara otomatis oleh Jateng, walaupun Yogya tak menerapkan pembatasan itu, ” ujarnya.  

DIY tak menerapkan pengetatan pembatasan kunjungan kaya yang dilakukan Jateng, Bali & DKI Jakarta. Namun, pembatasan dikerjakan dengan menerapkan 50 persen lantaran kapasitas destinasi wisata yang ada, termasuk hotel dan resto.

Pihaknya mengoptimalkan aplikasi Visiting Yogya untuk mengontrol manajemen tamu. Wisatawan juga dapat melihat kapasitas dari destinasi wisata yang telah terisi dari aplikasi tersebut.

“Misalnya kapasitas normal di Tebing Breksi 1. 000 (pengunjung di hari normal), tapi dengan bisa dijual tiketnya (di periode pandemi) hanya 500 tiket. Kalau sudah sampai pada kapasitasnya, pesawat kasirnya tidak bisa menjual tiket lagi. Jadi wisatawan pilihannya mampu mengalihkan ke destinasi lain, ” katanya.