REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Puasa bisa mewujudkan persatuan umat Islam. Karena setiap orang bertarak hanya untuk Allah supaya mendapat ampunan dan meraih berkah puasa dan mencagarkan berlipatnya pahala.

“Bahkan, umat Agama islam dari belahan dunia mana pun juga bersatu pada satu tujuan, yaitu cuma mengharap ridha Ilahi di bulan suci yang sempurna hikmah ini dngan menyerakkan kebaikan serta berbagi pada sesama, ” kata Kamar Murti Dewojati dalam bukunya Strategi Pas Meraih Lailatul Qadar.

Candra mengutarakan, ketika Ramadhan tiba, seluruh umat Islam yang patuh pasti menjalankan puasa. Di momen ini terlihat nyata kesetaraan antara yang mampu dan miskin kaum pria dan perempuan, penguasa serta rakyatnya, orang tua & anaknya.

“Semua bersatu-padu menerima puasa dengan penuh kepuasan yang meluap. Berpuasa cuma untuk Allah, ” katanya.

Chandra mengutarakan, kesatuan yang diharapkan era Ramadhan merupakan kesatuan pendahuluan karena merupakan buah sejak ibadah yang sungguh-sungguh. Satuan itu adalah kesatuan jantung, yang bersumber pada pemberian perbuatan perasaan yang berdasar pada perencanaan jiwa kemanusiaan.

“Kesatuan tempat kembali yang dapat menggiring umat untuk hanya balik kepada Allah dan hanya bertakwa kepada-Nya tempat kembali-Nya manusia menjadi lebih penting, ” katanya.

Kesatuan rasa, di sini terlihat benar umat mengumpulkan rasa pada satu bahan, yaitu ingin mendapatkan nama umat yang bertaqwa. Kesatuan aqidah, perasaan beriman dan yakin dengan kebenaran Islam.

“Dengan adanya kesatuan itu dapat memaknai Ramadhan dengan sungguh-sungguh buat mendulang banyak pahala, ” katanya.

 

Berita Lainnya

Source: republika. co. id