Pengadilan China menggelar sidang kasus spionase.

REPUBLIKA. CO. ID,   BEIJING — Lebih dari 20 diplomat Barat bersatu menggelar semacam pertunjukkan publik di pendahuluan pengadilan China yang sedang menyidangkan kasus spionase secara tedakwa warga Kanada di Ahad (21/3) waktu setempat. Mereka prihatin dengan risiko penahanan sewenang-wenang di negeri Tirai Bambu itu.

Persidangan itu berlaku di Pengadilan Menengah Rakyat Nomor 2 Beijing. Terdakwanya adalah warga Kanada bernama Michael Kovrig. Ia merupakan analis kelompok krisis global dan mantan diplomat Kanada yang dituduh memata-matai rahasia negara China.

Perwakilan dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Bon Eropa, dan banyak negara Eropa ditolak secara massal saat mencoba menghadiri persidangan tersebut. Alasannya karena kesejahteraan nasional. Apa boleh bagi, sejumlah diplomat itu lantas berkumpul di depan gedung pengadilan.

“Michael Kovrig telah ditahan sewenang-wenang selama lebih dari dua tarikh hingga sekarang, tepatnya 833 hari, ” kata Jim Nickel, diplomat di kedutaan Besar Kanada untuk China.

“Ini (penahanan sewenang-wenang) sama seluruhnya tak dapat diterima. Cocok halnya dengan kurangnya transparansi dalam proses pengadilan tersebut, ” imbuh Nickel sama dengan dilansir Bloomberg , Senin (22/3).

Di jarang puluhan diplomat itu, lengah satunya adalah William Klein yang merupakan seorang pejabat di Kedutaan Besar GANDAR untuk China. Klein berkata kepada wartawan bahwa Washington berdiri “bahu membahu” secara Ottawa dalam masalah tersebut.

Persidangan terhadap Kovrig digelar kurang hari setelah sidang peristiwa pencurian rahasia negara serta menjualnya ke negara lain dengan terdakwa warga Kanada lainnya, yakni Michael Spavor.

Kovrig dan Spavor ditangkap dalam Desember 2018. Keduanya diringkus petugas China setelah Kanada menahan eksekutif Huawei Technologies Co., Meng Wanzhou, yang merupakan respons atas permintaan ekstradisi AS.

AS mengupayakan ekstradisi Meng, putri dari pembuat Huawei itu, untuk mengadilinya atas tuduhan penipuan. China lah yang mengaitkan urusan Meng dengan penahanan Kovrig dan Spavor.

Hal itu diketahui ketika seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada tahun lalu mengucapkan, jika Kanada menghentikan ekstradisi Meng, maka dapat membuka ruang untuk penyelesaian situasi kedua warga Kanada itu.

Kanada mengkritik penanganan China arah kasus kedua pria tersebut. Menteri Luar Negeri Kanada Marc Garneau mengatakan negaranya sangat terganggu oleh kurangnya transparansi seputar proses  ini. Pada hari Jumat, Pertama Menteri Justin Trudeau menyebut situasi itu sama seluruhnya tidak dapat diterima.

Kedutaan Gembung China di Ottawa menyanggah komentar tersebut. Seorang ahli bicara yang tidak disebutkan namanya dalam sebuah pemberitahuan di situs kedutaan berceloteh: “ini hanya memutarbalikkan tanda. ”

“Di satu sisi, bagian Kanada mengklaim bahwa itu menjunjung supremasi hukum, namun di sisi lain, mendirikan pernyataan yang tidak bertanggung jawab sehubungan dengan penanganan kasus yang relevan pada China sesuai dengan norma, ” kata juru kata kedutaan China itu.

Source: republika. co. id