Dia mengungkapkan, pola pembelajaran yang dikembangkan meliputi tiga High.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Alumni Universitas Surabaya (Ubaya) dinilai mampu dengan baik masuk di tengah masyarakat untuk mengabdi dan memberikan segala kontribusinya. Rektor Ubaya, Benny Lianto Effendy Sabema mengatakan, tidak hanya di daerah pemerintahan, di swasta juga bisa berprestasi apik dan cemerlang.  

Hal ini ia klaim lantaran tempaan yang diberikan bertujuan untuk mengeluarkan segudang potensi yang bisa menjadi kekuatan untuk membangun dan lebih baik.

Selama proses pendidikan, logat dia, para mahasiswa digembleng sendat mengenai integritas, kualitas, dan aksara. Hal tersebut dinilai menjadi keunggulan dasar yang wajib dimiliki.

“Kehadiran Ubaya tidak hanya jadi lembaga pendidikan, juga menjadi wadah pembentukan manusia yang mulia dan berkarakter, yaitu manusia yang berpendidikan budi, inovatif, adaptif, beretika, & berbudaya, ” kata dia, Sabtu (20/2).

Ia mengungkapkan, ragam pembelajaran yang dikembangkan meliputi 3 High yakni High Choice, High Tech,   dan High Touch . Benny menggambarkan alumninya dalam tiga bagian. Masing-masing, yakni profesional, enterpreneur dan akademisi atau peneliti.

Tidak hanya berindeks prestasi luhur, tapi lulusannya punya ide serta perilakunya dalam merespons persoalan kekinian, bagaimana mampu berinovasi agar mampu memengaruhi perubahan dunia untuk kebaikan.

Masih menurut dia, mayoritas alumni Ubaya yang telah lulus bekerja di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan notabene menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Mereka punya kelakuan optimis, mandiri, tidak menunggu dan menunda-nunda. Selain itu mampu menyalahi tantang, kesulitan dan hambatan yang ada, ” kata dia.  

“Sedangkan golongan  yang menuntut, sudah banyak tersebar ke bervariasi negara dengan disiplin ilmu dengan berbeda-beda. Misalnya saja, ada lulusan Ubaya dari jurusan Teknik Informatika yang bekerja sebagai animator pada Walt Disney, USA, lalu pada laboratorium riset dunia di Korea, Jerman, Australia, dan lainnya, ” klaim suksesor Joniarto Parung itu menambahkan.

Benny mengatakan, Ubaya merupakan penerus Universitas Trisakti Surabaya yang didirikan pada tahun 1966. Namanya diganti menjadi Universitas Surabaya pada 1968. Hari jadi Ubaya kemudian ditetapkan pada 11 Maret 1968. Universitas ini memiliki 3 kampus, kampus 1 berada di Ngagel, kampus 2 berada di Rungkut, dan kampus 3 berkecukupan di Trawas.  

“Kampus 1 lebih difokuskan untuk rektorat dan politeknik, kampus 2 buat pendidikan S1 dan pascasarjana, serta kampus 3 untuk kegiatan penelaahan outdoor, ” ujar dia.

Para alumninya, lanjut Direktur Politeknik Ubaya ini, dipatri total terjun di masyarakat dengan memanfaatkan ilmu  yang sudah diberikan dan dikembangkan. Selain itu, memegang teguh prinsip-prinsip baik yang telah diajarkan.

“Maka saya belum lihat ada alumni Ubaya yang masuk di berita negatif. Padahal, alumninya banyak tersebar di berbagai bidang, tiba dari politik, sosial, ekonomi atau lainnya. Artinya, mereka teruji & berkualitas baik, ” kata dia.

Source: republika. co. id