Rengsa Raya Sepakati PSBB

Rengsa Raya Sepakati PSBB

REPUBLIKA. CO. ID, RENGSA — Pemerintah Daerah (Pemda) Geruh Raya telah menyepakati untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai arahan pemerintah pusat. Tiga pimpinan daerah tersebut sebelumnya sudah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) pada Kota Malang, Kamis (7/1).

Teknis kebijakan ini nantinya tak seperti PSBB di awal kala pandemi Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID, MALANG — Pemerintah Kawasan (Pemda) Malang Raya telah membenarkan untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai arahan negeri pusat. Tiga pimpinan daerah tersebut sebelumnya telah melaksanakan rapat harmonisasi (rakor) di Kota Malang, Kamis (7/1).

Wali Kota Batu, Dewanti Edy Rumpoko menyatakan, pimpinan daerah Malang Raya masih harus berkoordinasi lebih lanjut tentang  Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 mengenai  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran  Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19). Namun teknis kebijakan ini nantinya tidak seolah-olah PSBB di awal masa pandemi Covid-19. “Tapi  hanya pembatasan semacam mau menghadapi malam tahun perdana, ” ucap Dewanti.

Saat ini, pimpinan wilayah Kota Batu, Kota Malang serta Kabupaten Malang tengah memformulasikan teknis kebijakan PSBB. Selain itu, pihaknya juga masih harus menunggu titah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, direncanakan terdapat rakor virtual bersama Forkopimda Jatim, Jumat (8/1).

Wali Kota Malang, Sutiaji membuktikan, PSBB  rencananya akan diberlakukan mulai  11 Januari sampai 25 Januari 2021. Dia bersama dua arahan daerah Malang Raya telah menyepakati secara bersama untuk dilakukan pantas kearifan lokal. Sebab, tidak seluruh instruksi dari Mendagri RI sanggup dilaksanakan di wilayah Malang Sundal.

Sutiaji berniat masyarakat tetap tenang dan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini karena penerapan PSBB dilakukan demi kebaikan bersama. Untuk itu, modifikasi PSBB akan dilakukan sesuai kebutuhan wilayah. Berdasarkan instruksi Mendagri, aktivitas usaha berakhir pukul 19. 00 WIB. Namun Malang Raya akan menjemput opsi pukul 20. 00 WIB atau 21. 00 WIB. “Nanti akan segera kita finalisasi secara teknis setelah rakor berikutnya, ” jelas Sutiaji.

Pemda Malang Raya juga telah menyepakati jam kerja perkantoran selama PSBB. Pemda akan memberlakukan 25 persen kerja di kantor sedangkan lainnya di rumah.   Kebijaksanaan ini akan mulai dilaksanakan pada 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

Di dalam Instruksi Mendagri terdapat pembatasan kesibukan restoran (makan/minum) untuk layanan di tempat sebanyak 25 persen. Serasi kearifan lokal, kata Sutiaji, Pemkot Malang akan memberlakukan 50 obat jerih untuk layanan makan di wadah. Kemudian untuk layanan pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai tanda operasional.

Kemudian, untuk pembelajaran tetap akan dilaksanakan secara daring. Sektor esensial dengan berkaitan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen. Tatkala pekerjaan konstruksi dapat beroperasional 100 persen dan kegiatan peribadatan berkapasitas 50 persen. “Ini adalah titah dari Mendagri sehingga mau tidak mau kita harus menjalankannya, ” ucap Sutiaji.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Source: republika. co. id