Pemerintah menargetkan sebanyak 21,5 juta lansia divaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah terus menggenjot percepatan vaksinasi bagi kelompok lansia agar target 21,5 juta lansia tervaksin segera tercapai. Vaksinasi lansia penting untuk menurunkan risiko kematian lansia yang masih tinggi akibat Covid-19.

“Capaian vaksinasi untuk lansia saat ini masih tergolong rendah, padahal kelompok lansia merupakan salah satu yang paling rentan. Pemerintah akan terus mempercepat realisasi vaksinasi bagi lansia sebagai bentuk upaya melindungi mereka dari risiko Covid-19,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dalam rilisnya, Sabtu (18/9).

Menurutnya, vaksinasi kelompok lansia sangat penting karena mereka memiliki tingkat kematian COVID-19 yang cukup tinggi. Per 15 September 2021, capaian vaksinasi dosis satu pada kelompok lansia baru menyasar 5,77 orang atau baru mencapai 26,78 persen dari target 21,55 juta orang. Sementara itu, capaian vaksinasi dosis kedua mencapai 4,07 juta orang atau sekitar 18,91 persen dari target.

“Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa realisasi vaksinasi untuk kelompok lansia masih tergolong rendah, padahal angka kematian lansia cukup tinggi atau 46,7 persen dari total kasus kematian akibat Covid-19. Untuk itu, pemerintah akan mempercepat vaksinasi lansia, khususnya di Sumatera Barat, Aceh, Maluku Utara, dan Papua, yang cakupan vaksinasinya masih rendah,” katanya.

Pemerintah daerah diminta segera menyusun strategi percepatan vaksinasi dan menyelesaikan kendala yang menghambat vaksinasi lansia di daerah masing-masing. Pemerintah daerah diharapkan dapat membantu seperti kemudahan menjangkau lokasi dan pemberian edukasi. Johnny pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir.

“Vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia saat ini aman dan mampu menekan angka kematian, termasuk pada lansia yang memiliki komorbid,” ujar dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi juga menyampaikan, pihaknya mencatat bahwa angka kematian pada penduduk lansia masih yang tertinggi akan tetapi cakupan vaksinasi untuk kelompok ini masih terbilang rendah.

Source: republika.co.id