Sarjana Afrika Sarankan untuk Redupkan Matahari, Biar Apa?

Sarjana Afrika Sarankan untuk Redupkan Matahari, Biar Apa?

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Dalam makalah baru dengan diterbitkan di jurnal Environmental Research Letter, para ilmuwan dari Universitas Cape Town memberi saran untuk ‘meredupkan’ matahari. Langkah ‘liar’ dilakukan untuk mencegah Bumi dari kekeringan sebagai akibat dari perubahan iklim yang sedang berlangsung.

Sarjana memberi saran untuk meredupkan matahari demi mencegah Bumi kehabisan tirta.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Dalam makalah baru yang diterbitkan di jurnal Environmental Research Letter , para ilmuwan dari Universitas Cape Town memberi saran untuk ‘meredupkan’ matahari. Langkah ‘liar’ dilakukan untuk mencegah Bumi dari kekeringan sebagai kelanjutan dari perubahan iklim yang sedang berlangsung.

Caranya adalah dengan memuntahkan partikel reflektif ke atmosfer Dunia. Ilmuwan berpendapat memuntahkan partikel mungil sulfur dioksida yang reflektif ke atmosfer atas bisa meredupkan matahari secara artifisial. Dengan begitu diharapkan dapat membantu mengurangi kemungkinan ‘day zero’ di Cape Town tenggat 90 persen di masa pendahuluan.

Dalam studi itu, Para peneliti menyarankan, dengan memakai model dari Stratospheric Aerosol Geoengineering Large Ensemble Project, ada potensi yang nyata. “Kami berpotensi mengurangi kemungkinan kekeringan day zero (istilah yang diberikan pada hari ideal ketika dunia secara resmi kehabisan cukup air bersih untuk totalitas kemanusiaan) sebesar 90 persen, ’’ tulis makalah itu mengutip BGR , Rabu (25/11).

Menurut tim peneliti, jika diterapkan, penyuntikan sulfur oksida akan memblokiran sejumlah kecil radiasi matahari menyentuh permukaan bumi. Dengan begitu, kenaikan suhu bisa dicegah.

Namun begitu, masih ada beberapa masalah lain yang tersisa. Kenyataannya, untuk mewujudkan keputusan itu semua orang dan negara harus ikut serta. Terlebih, kata peneliti, rencana tersebut tak bisa disetujui hanya dengan satu negara.

Alih-alih memulihkan Bumi, hal itu kemungkinan tinggi akan menimbulkan tekanan balik yang serius oleh banyak negara. Makin berpotensi menimbulkan konflik.