Satgas Covid-19 Papua Harap Wilayah Tersebut Laksanakan PPKM

REPUBLIKA. CO. ID, JAYAPURA — Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan serta Penanganan Covid-19 Provinsi Papua mencagarkan kabupaten dan kota di wilayahnya yang memiliki peningkatan kasus pas tinggi untuk mempertimbangkan pemberlakuan Pengoperasian Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wilayah-wilayah tersebut, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Biak Numfor, Nabire, Merauke, Mimika, Kepulauan Yapen, serta Keerom.

Wilayah-wilayah itu memiliki peningkatan kasus Covid-19 cukup tinggi.

REPUBLIKA. CO. ID, JAYAPURA —  Satuan Suruhan (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua mengharapkan kabupaten dan kota di wilayahnya yang memiliki peningkatan kasus cukup tinggi untuk mempertimbangkan pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM).   Wilayah-wilayah tersebut, yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Jayawijaya, Biak Numfor, Nabire, Merauke, Mimika, Kepulauan Yapen, dan Keerom.

“Kabupaten dan kota tersebut memiliki peningkatan jumlah kasus Covid-19 dengan terbilang tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Papua, ” kata Pemimpin Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Welliam R. Manderi di Jayapura, Selasa (12/1).

Untuk tersebut, ia berharap, pemerintah daerah & jajaran satgas setempat dapat meningkatkan upaya testing guna melacak pasien-pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.   “Diketahui bersama dari kurangnya pelaksanaan testing , dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan diri ketika badan kurang sehat atau ada gejala-gejala itu masih invalid, sehingga angka kasus di Papua ini naik lalu turun, ” ujarnya.

Dia menjelaskan per 11 Januari 2021 pukul 17. 00 WIT angka terkonfimasi positif Covid-19 sudah mencapai 14. 137 di mana artinya ada penambahan sebanyak 29 kasus dalam satu keadaan.   “Lalu angka kesembuhan selalu naik turun, misalnya saja dalam 7 Januari 2021 yang dirawat hanya 900 an orang, namun per data 11 Januari 2021 sudah bertambah menjadi 1100 orang yang dirawat, ” katanya sedang.

Dia memasukkan kesadaran masyarakat untuk melaporkan kondisinya mendasi salah satu penyebab kenapa angka kasus Covid-19 di Papua fluktuatif.

sumber: Antara

Source: republika. co. id