Aerion Supersonic tidak dapat mengumpulkan uang untuk membangun jet supersonik AS2.

REPUBLIKA. CO. ID, NEVADA — Perusahaan Aerion Supersonic menghentikan operasinya. Perusahaan tersebut memiliki rencana untuk membuat jet bisnis senyap dengan akan melakukan perjalanan besar kali lebih cepat sebab kebanyakan pesawat komersial.

Kabar ini mula-mula kali dilaporkan oleh Florida Today . Aerion yang mendapat dukungan dari Boeing, mengatakan tak dapat mengumpulkan uang untuk membangun jet supersonik AS2-nya.

Perusahaan mengatakan program jet bisnis supersonik AS2 memenuhi semua persyaratan pasar, teknis, peraturan serta keberlanjutan dan pasar untuk segmen supersonik baru dibanding penerbangan umum. Namun, di dalam lingkungan keuangan saat ini sangat menantang.

“Sangat menantang buat menutup kebutuhan modal gres yang dijadwalkan dan diperlukan untuk menyelesaikan transisi AS2 ke produksi. Dengan keadaan ini, Aerion Corporation sekarang mengambil langkah yang sesuai secara mempertimbangkan lingkungan keuangan yang berkelanjutan ini, ” introduksi perusahaan itu dalam suatu pernyataan yang diemail ke The Verge pada Sabtu (22/5).

Dilansir dari The Verge, Ahad (23/5), CEO Aerion Tim Vice mengatakan pada Januari 2020 bahwa AS2 prospek akan menelan biaya kira-kira 4 miliar dolar GANDAR untuk dikembangkan perusahaan, CNBC melaporkan. Pada saat tersebut, perusahaan telah menghabiskan satu miliar dolar AS untuk mengembangkan mesin AS2.

Pada April 2020, Gubernur Florida RonDeSantis mengumumkan Aerion memindahkan kantor pusatnya lantaran Reno, Nevada ke Melbourne, Florida, di sebuah pabrik yang akan dibangun di Bandara Internasional Orlando Melbourne.

Awal tarikh ini, Bloomberg melaporkan Aerion sedang dalam pembicaraan untuk go public melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus ataupun SPAC. Pembicaraan itu boleh tidak membuahkan hasil.

AS2 dimaksudkan buat melakukan perjalanan dengan kecepatan sekitar 1. 000 mil per jam dan teknologi “pelayaran tanpa ledakan” yang dipatenkan akan memungkinkannya amblas tanpa menciptakan ledakan sonik. Perusahaan telah merencanakan untuk menerbangkan AS2 pertamanya di dalam 2024, dan memulai penerbangan komersial pada 2026.

Source: republika. co. id