Tulisan Presiden Soal Kapolri Diperkirakan Rata-rata Januari

Tulisan Presiden Soal Kapolri Diperkirakan Rata-rata Januari

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh mengatakan, hingga saat ini belum menerima surat dari Presiden Joko Widodo perihal calon Kapolri pemangku Idham Azis. Namun, ia memperkirakan surat tersebut diterima usai kala reses DPR yang berakhir dalam 10 Januari mendatang.

Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh mengucapkan, hingga saat ini  belum menyambut surat dari Presiden Joko Widodo perihal calon Kapolri pengganti Idham Azis. Namun, ia memperkirakan tulisan tersebut diterima usai masa reses DPR yang berakhir pada 10 Januari mendatang.

“Kita perkirakan surat bapak presiden itu mungkin pertengahan (Januari), karena kita masih reses ini. Nanti tanggal 10 kita berakhir reses, tanggal 11 menyelundup, ” ujar Pangeran saat dikonfirmasi, Ahad (3/1).

Jika Komisi III sudah menyambut surat dari Jokowi,   Persen III DPR RI  akan lekas melakukan fit and proper test atau uji kelayakan terhadap nama yang diusulkan. Ia hanya mengatakan, ada sejumlah jenderal bintang perut dan tiga yang berpotensi menjelma kapolri.

“Nantinya (nama) terserah pemimpin. Jadi ada beberapa jenderal kartika tiga yang potensial, bintang dua yang nanti bakal naik jadi bintang tiga juga potensial, ” ujar Pangeran.

Kapolri Jenderal Idham Azis akan memasuki masa pensiun pada simpulan Januari 2021. Sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai calon penggantinya telah mulai dibicarakan publik, tetapi benar prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menentukan siapa yang dipilih.

Pengkritik Hukum Universitas Pasundan (Unpas) Bandung Anton Freddy Susanto memberikan sejumlah pandangan terkait wacana calon kapolri baru. Ia mengungkapkan Presiden Jokowi harus mengangkat kapolri yang memiliki kecerdasan dan visioner dalam berlaku.

“Presiden Jokowi harus memperhatikan berbagai aspek antara lain aspek kecerdasan. Ini akan mengajak kapabilitas seseorang dalam memimpin. Visioner, mampu mentransformasikan dan mengimplementasikan aliran presiden Jokowi, ” ujar dekan Fakultas Hukum Unpas ini, Sabtu (2/1).

Source: republika. co. id