Urusan Covid-19 Kabupaten Semarang Lampaui Nasional

REPUBLIKA. CO. ID, UNGARAN — Meski secara zona efek penularan Covid-19, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masuk dalam daerah kawasan risiko penularan sedang, namun bagian angka kasus aktif Covid-19 di wilayah ini masih berada dalam atas persentase nasional.

Persentase kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Semarang menyentuh 20, 97 persen.

REPUBLIKA. CO. ID, UNGARAN — Walaupun secara zona risiko penularan Covid-19, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, masuk dalam daerah zona risiko penularan sedang, namun persentase angka urusan aktif Covid-19 di wilayah tersebut masih berada di atas persentase nasional.

Pun serupa itu dengan persentase kematian akibat peristiwa Covid-19, di Kabupaten Semarang sedang melampaui persentase nasional. Sedangkan persentase angka kesembuhan pasien Covid-19 dalam Kabupaten Semarang masih lebih aib jika dibandingkan dengan persentase kesembuhan secara nasional.

Peristiwa ini terungkap dalam konferensi pers Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM) di Kabupaten Semarang, dengan dilaksanakan Satgas Covid-19 serta Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, di ruang Bina Praja Kantor Setda Kabupaten Semarang, di Ungaran, Senin (11/1).

Kepala Dinas Kesehatan tubuh Kabupaten Semarang, Ani Raharjo melahirkan, berdasarkan data per 10 Januari 2021 kemarin, persentase kasus rajin Covid-19 di Kabupaten Semarang mencapai 20, 97 persen. Sementara persentase kasus aktif Covid-19 secara nasional berada di angka 14, 8 persen.

Sedangkan untuk angka kematian akibat Covid-19 dalam Kabupaten Semarang tercatat mencapai 3, 67 persen, sementara angka mair akibat Covid-19 secara nasional mencapai 2, 91 persen. Sementara buat angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Semarang tercatat sebesar 75, 37 persen.

Angka kesembuhan pasien ini sedang berada di bawah pesentase kesembuhan secara nasional, yang mencapai 82, 34 persen. “Ketiga hal itu menjadi pertimbangan Kabupaten Semarang kudu menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Asosiasi (PPKM) sesuai Instruksi Menteri Pada Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2021 selama dua pekan ke depan, ” ungkapnya.

Jika melihat zona risiko penyaluran Covid-19, jelas Ani, secara umum Kabupaten Semarang masuk ke dalam daerah (kabupaten/kota) dengan zona risiko penyebaran sedang. Dari 19 kecamatan yang ada, sebanyak 18 kecamatan di antaranya merupakan wilayah daerah risiko sedang.

Menurutnya, satu-satunya wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang yang masuk ke di dalam zona risiko tinggi penularan Covid-19 hanya Kecamatan Ungaran Timur. Tetapi dengan pertimbangan angka kasus rajin, angka kematian, angka kesembuhan termasuk ketersediaan ruang perawatan dan isolasi di rumah sakit, maka diputuskan Kabupaten Semarang perlu memberlakukan PPKM.    

Berasas inilah, maka Kabupaten Semarang mengakar dalam daerah yang akan menerapkan PPKM mulai hari ini maka 25 januari 2021 nanti. “Pertimbangan lainnya termasuk pemanfaatan atau keterisian tempat tidur dan ketersediaan ruang isolasi pasien Covid-19 di rumah lara, ” tegasnya.

Hal ini diamini oleh Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan. Di luar angka kasus positif aktif dan tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Semarang dengan melebihi persentase nasional, masih ada beberapa hal lain yang menjadi pertimbangan untuk melaksanakan PPKM.

Misalnya persentase angka kesembuhan pasien Covid-19 masih di bawah nasional serta tingkat keterisian pada rumah sakit, baik dalam situasi penanganan maupun isolasi, juga berharta di atas angka persentase nasional. Ia menyebutkan, untuk persentase keterisian rumah sakit untuk penanganan maupun isolasi pasien Covid-19 maksimal dalam angka 70 persen.

Sementara untuk persentase keterisian vila sakit di Kabupaten Semarang untuk penanganan maupun isolasi pasien Covid-19 berada di angka 73, 4 persen. Sehingga Kabupaten Semarang kudu melaksanakan Instruksi Mendagri Nomor satu Tahun 2021 yang kemudian ditindaklanjuti melalui Instruksi Bupati Semarang No 1 Tahun 2021

Di lain pihak, Alex, seruan akrab Alexander Gunawan, juga menjelaskan dalam rangka penerapan PPKM, khususnya berkaitan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti hajat pernikahan dan sejenisnya, hanya diperkenankan bagi akad pertalian, tetap dengan protokol kesehatan erat.

Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang telah melakukan langkah ancangan. Bagi masyarakat yang sudah merencanakan untuk menggelar hajat dan seruan sudah tersebar yang pertama harus membatasi kapasitas tempat dan tamu dengan tetap mengedepankan protokol kesehatannya.

Namun bagi yang belum telanjur menyebar undangan disarankan untuk menggelar akad nikah serta acara resepsinya ditunda, sambil menunggu dan melihat situasi perkembangan penyaluran Covid-19.

“Untuk penyelenggaraannya tetap dilaksanakan dengan koordinasi satgas Covid-19 elok di tingkat desa/kelurahan sampai dalam tingkat kabupaten. Sehingga pelaksanaannya bisa dipantau guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, ” jelasnya.

Dalam sosialisasi PPKM di Kabupaten Semarang, sudah dilaksanakan dan dengan membabitkan unsur Forkompimda, Dinkes, Satpol PP dan hari ini dilaksanakan uji petik untuk penertiban di aliran alun lama dan di ajaran pendopo rumah dinas bupati Semarang.

Kegiatan ini bahan dilaksanakan rutin selama pelaksanaan PPKM (dua pekan) dengan melibatkan TNI Polri, Satpol PP, dan Satgas Covid-19 Kabupaten Semarang. “Untuk penerapan sanksi akan mengacu pada ketentuan Peraturan Bupati (Perbup) No 65 Tahun 2020 tentang Penegakan Disiplin Covid-19 dan Perda tentang Aib Menular, ”  kata dia.

Source: republika. co. id